Oknum Anggota Polisi Jalani Sidang Etik Profesi Polisi Usai Terlibat Kasus Aborsi

98

Mojokerto – Bripda Randy Bagus (21) yang merupakan oknum anggota Polisi resmi menjadi tersangka dugaan kasus aborsi mahasiswi Mojokerto berinisial NW (23) Kamis (27/1/2022) menjalani sidang Kode Etik Profesi Polisi (KEPP).

Untuk diketahui, Bripda Randy terbukti terlibat dalam upaya aborsi sebanyak dua kali atas kehamilan yang dialami pacarnya NW pada Maret 2020 dan Agustus 2021. Pada kehamilan ke-1, NW meminum obat aborsi jenis pertama saat usia kandungan kurun waktu mingguan di dalam kosannya di Kota Malang. Kemudian pada kehamilan ke-2 NW meminum obat aborsi jenis lainnya saat kandungan berusia empat bulan di sebuah tempat makan olahan sate di kawasan Mojokerto hingga sempat mengalami pendarahan.

Dua kali upaya aborsi tersebut diduga kuat menyebabkan NW mengalami tekanan mental hingga nekat mengakhiri hidup dengan cara menenggak cairan racun yang dilakukan di dekat makam ayahandanya di permakaman Dusun Sugihan, Desa Japan, Sooko. Mojokerto Kamis, (2/12/2021) sore.

Dalam proses sidang Kode Etik Profesi Polisi tersebut nampak ibunda NW berinisial FS hadir sekitar pukul 09.35 WIB. FS diminta anggota Provost Propam Polda Jatim yang berjaga di sana untuk ikut masuk ke dalam ruang sidang. FS dimintai keterangan sebagai saksi mengenai dugaan pelanggaran KEPP yakin Pasal 7 Ayat 1 huruf B dan Pasal 11 Huruf C. Perkap No 14 Tahun 2011 Tentang Kode Etik Profesi Polri yang dilakukan Bripda Randy.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengungkapkan pelaksanaan sidang tersebut akan digelar dalam pekan ini.

Sementara atas perbuatannya, Randy akan dikenai sanksi etik kepolisian secara internal Pasal 7 dan 11. Perkap No 14 Tahun 2011 Tentang Kode Etik Dengan ancaman sanksi maksimal berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Pelaku juga dikenai Pasal 348 Jo Pasal 55 KUHP tentang kesengajaan menggugurkan kandungan atau mematikan janin dengan hukuman 5 tahun penjara. Dalam keteranganya, pelaku mengakui perbuatannya di hadapan penyidik bahwa ia melakukan perbuatan aborsi tersebut menggunakan sarana obat khusus penggugur kandungan. (red)