Oknum Anggota DPRD Gorontalo Jalani Pemeriksaan Kasus Pencemaran Nama Baik Terhadap Gubernur Gorontalo

66

Gorontalo – Oknum Anggota DPRD Provinsi Gorontalo insial AD menjalani proses pemeriksaan tahap II terkait kasus pencemaran nama baik terhadap Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.

Diketahui, berkas perkara tersebut dinyatakan lengkap atau P21. Sebagaimana terlihat dalam proses tahap II yang digelar oleh penyidik Polda Gorontalo kepada Kejati Gorontalo pada Jumat (18/3/2022).

AD diduga melanggar Pasal 45 Ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008. Sebagaimana yang diubah dalam UU RI Nomor: 19 Tahun 2016 Tentang ITE atau kedua Pasal 310 Ayat (1) dan (2) KUHP.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Gorontalo, Mohammad Kasad, SH., MH, menjelaskan, tersangka AD dilakukan pemeriksaan tambahan oleh JPU. Selanjutnya kepada tersangka tidak dilakukan penahanan lanjutan karena pasal yang didakwakan terhadap tersangka ancaman pidananya kurang dari 5 tahun. Seperti yang dijelaskan dalam Pasal 21 KUHP dan kemudian akan disiapkan administrasi untuk dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Gorontalo.

Usai pemeriksaan, AD menjelaskan kasus ini merupakan proses sejak lama yang penyidikannya di pihak Polres Gorontalo dan Polda Gorontalo. Saat ini, sudah tahap dua yakni penyerahan berkas dan tersangka di Kejaksaan Tinggi Maupun Kejaksaan Negeri.

Ia mengaku siap apabila memang harus ditahan, namun dalam pemeriksaan ia tidak dilakukan penahanan. Sata ini, ia hanya menunggu panggilan saat di pengadilan tiba dan akan menyampaikan bukti yang paling utama. Yaitu soal hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). (red)