NGANJUK – Sekitar 15 hektar tanaman jagung di Kabupaten Nganjuk diserang hama ulat (atau yang di kenal sebagai hama ulat krapyak

Sekitar 15 hektar tanaman jagung di Kabupaten Nganjuk diserang hama ulat (atau yang di kenal sebagai hama ulat krapyak

akibat hama ulat yang menyerang tanaman jagung petani terancam gagal panen dan diperkirakan merugi hingga 40 persen. 15 hektar tanaman jagung di Desa Jampes, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, di serang hama ulat krapyak, hama ulat krapyak yang menyerang tanaman jagung diperkirakan saat panen nanti, petani akan mengalami kerugian hingga 40 persen.

Untuk mengurangi serta mencegah penyebaran hama ulat, petani melakukan penyemprotan, pada daun dan dahan jagung. Dari pencegahan tersebut petani dalam 1 minggu petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk penyemprotan tidak kurang 600 ribu rupiah per hektar lahan sawah.

Selain melakukan penyemprotan, petani juga memungut satu persatu ulat yang ada di dahan jagung, karena penyemprotan nampaknya juga kurang efektif, tetapi untuk melakukan pemungutan petani juga harus melakukan biaya tambahan. Dalam 1 petak lahan, petani mempekerjakan 4 hingga 5 orang, sehingga petani harus menambah biaya, sehingga akan mengurangi hasil panen.

Mohamad Ridwan, petani Desa Jampes, mengatakan, tidak kurang dari 15 hektar tanaman jagung di desanya di serang hama ulat krapyak, akibatnya musim panen mendatang petani diprediksi akan mengalami kerugian hingga 40 persen, karena dipastikan hasil panen akan mengalami pengurangan. Petani berharap bantuan penyemprotan atau obat obatan, guna mengurangi hama ulat krapyak, yang menyerang tanaman jagung miliknya.