NGANJUK – Ratusan Warga Terdampak Proyek Pembangunan Bendungan Semantok Tolak Nilai Ganti Rugi Tim Aprasail

NGANJUK (madutv)- Ratusan Warga Terdampak Proyek Pembangunan Bendungan Semantok Tolak Nilai Ganti Rugi Tim Aprasail .Ratusan warga dari dua desa di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur menyatakan keberatan atau menolak hasil appraisal bidang tanah dan bangunan miliknya yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan mega proyek nasional bendungan Smantok. Penolakan dari ratusan warga dicantumkan dalam berita acara musyawarah nilai ganti rugi yang dilaksanakan badan pertanahan nasional (BPN) Nganjuk sebagai pelaksana pengadaan tanah untuk bendungan semantok.

Sebanyak 251 warga dari dusun kedungnoyo, desa tritik dan dusun Kedungpingit, desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso, Nganjuk, Jawa Timur kompak menyatakan menolak hasil appraisal bidang tanah dan bangunan miliknya yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan mega proyek nasional bendungan Semantok. Penolakan ini disampaikan warga saat musyawarah nilai ganti rugi yang dilaksanakan badan pertanahan nasional (BPN) nganjuk sebagai pelaksana pengadaan tanah untuk pembangunan bendungan semantok.
Penolakan ratusan warga ini secara resmi dicantumkan dalam berita acara musyawarah nilai ganti rugi tersebut. Satu per satu warga dipersilahkan membubuhkan tandatangan sebagai bukti penolakan dalam lampiran berita acara musyawarah.

Adapun alasan penolakan terhadap hasil appraisal diantaranya karena harga bidang tanah maupun bangunan serta materil milik warga dinilai terlalu rendah. Selain itu, banyak hasil appraisal yang dinilai tidak objektif. Sebab, rumah warga yang tembok dalam hasil appraisal ternyata gedeg (rumah kayu). Sebaliknya, rumah warga yang gedeg ternyata dalam hasil appraisal tertulis rumah tembok.
Selanjutnya, setelah menerima salinan berita acara hasil musyawarah ganti rugi, ratusan warga akan mengajukan keberatan atas hasil appraisal kepada pengadilan negeri nganjuk. Mereka sudah menyiapkan kuasa hukum untuk membawa persoalan tersebut ke pengadilan negeri.

Adapun pembangunan mega proyek bendungan Semantok menelan anggaran sekitar 1,8 triliun. Untuk paket satu anggarannya sebesar 909.722.000.000 rupiah. Sedangkan untuk paket dua jumlah anggaran sebesar 876. 160. 739.000 rupiah.
Bendungan semantok akan memiliki kapasitas tampung sekitar 32 juta meter kubik. Diharapkan mampu mengairi lahan seluas 1.554 hektare, serta menghasilkan listrik sebesar 1, 01 megawatt. Selain itu bendungan diproyeksi mengatasi kekeringan dan mereduksi banjir yang biasanya melanda wilayah Rejoso saat musim hujan.