Nganjuk – Berbagai cara telah pemerintah lakukan, guna mengingatkan masyarakat tekait bahaya Covid-19. Kini ada cara agak unik dari para petugas PPKM. Demi memberikan peringatan bagi masyarakat agar tetap di rumah selama PPKM darurat, para petugas mulai menerjunkan pasukan pocong guna ikut menjaga sepanjang jalan. Khususmnya jalan yang tutup oleh petugas PPKM. Pocong tersebut sebagai simbol akan bahayanya Covid 19.
Penampakan pocong gentayangan terlihat di depan Alun-Alun Nganjuk yang terletak di Ahmad Yani. Lalu di perempatan kantor pos, serta perempatan jl. Ahmad Yani. Tenang, itu bukan pocong sungguhan, itu hanya pocong-pocongan yang menjadi bagian dari edukasi forpimda Nganjuk agar masyarakat taat protokol kesehatan.
Di situ juga terdapat dua keranda mayat berisikan replika jenazah berkain kafan. Salah satu keranda ada pesan bertuliskan “Ngeyel Aturan Pemerintah Mau Jadi Pocong”.
Menurut Marhein Djumadi, PLT bupati Nganjuk, memang sengaja ada pemasangan replika pocong yang di pasang di pengalihan jalur saat PPKM darura. Pocong dan keranda adalah gambaran bahwa virus Covid-19 masih ada.
Itu menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa resiko terburuk dari Covid-19 adalah meninggal dunia, ini (pocong dan keranda) bentuk gambaran kurang kedisiplinan dalam prokes Covid-19, jangan sampai warga masyarakat menjadi korban dari pada Covid-19.
Marhein menekankan,dalam PPKM darurat ini pihaknya berupaya mengendalikan mobilitas masyarakat, apabila masyarakat tidak berkepentingan agar dapat melaksanakan aktivitasnya di rumah, masyarakat yang berjualan disilahkan berjualan, namun lebih baik take away bagi yang beli bisa di bungkus agar tidak tercipta kerumunan.
Begitu juga adanya pembatasan aktivitas malam warga, dengan adanya pemadaman lampu lampu di jalan gara mengurangi aktivitas mayarakat di malam hari, seperti nongkrong dan kumpul kumpul ngopi. (sh)







