NGANJUK – Penuh Perjuangan Mahasiswa Dan Pelajar Menggelar Upacara Peringatan Hut Ri Ke 75

NGANJUK – Penuh Perjuangan Mahasiswa Dan Pelajar Menggelar Upacara Peringatan Hut Ri Ke 75

Di Tengah Hutan Upacara peringatan HUT RI ke-75 tidak selalu harus dilaksanakan di lapangan terbuka. Di tengah hutan yang penuh dengan pepohonan pun juga bisa dilaksanakan upacara pengibaran bendera merah putih dalam rangka peringatan HUT RI ke-75.

Seperti yang dilakukan sejumlah mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam komunitas di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Saat upacara di tengah hutan, mereka memanfaatkan pohon jati sebagai tiang untuk pengibaran bendera merah putih. Setelah melewati perjalanan sejauh kurang lebih 30 kilometer dari pusat kota nganjuk, sejumlah pelajar tingkat SMA dan mahasiswa ini menyusuri hutan di Desa Tritik, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Mereka mencari lokasi yang baik untuk melaksanakan upacara HUT RI ke-75 di tengah hutan belantara. Setelah menyiapkan segala sesuatunya, pelajar dan mahasiswa ini memulai pelaksanaan upacara peringatan HUT RI.

Selain pelajar dan mahasiswa, petugas perhutani, dan satu anggota keluarga yang tinggal di dekat daerah hutan juga ikut dalam pelaksanaan upacara tersebut. Susunan upacara tidak berbeda dengan upacara pada umumnya. Dalam kesunyian di tengah hutan, mereka membacakan Teks Pancasila bersama-sama, Naskah Proklamasi, Pembukaan UUD 1945, serta mengibarkan bendera merah putih. Pengibaran bendera merah putih ini, tidak di tiang seperti pada umumnya.

Karena berada di tengah hutan, mereka memanfaatkan pohon jati sebagai tiang bendera. Hanya tempat dan rasa yang berbeda, namun mereka memiliki yang sama untuk melaksanakan upacara peringatan HUT RI ke-75. Sementara Edhi Widodo, salah satu warga daerah hutan yang ikut upacara bersama pelajar dan mahasiswa merasa senang bisa memperingati HUT RI .

Bahkan ini pengalaman pertamanya ikut upacara HUT ditengah hutan. Setelah melaksanakan upacara HUT RI, pelajar dan mahasiswa ini melanjutkan kegiatan untuk mengikuti proses ekskavasi sejumlah fosil di daerah hutan tersebut. Sebab, daerah Hutan Tritik diyakini masih banyak fosil-fosil yang perlu diselamatkan.