Connect with us
berkat ramadhan luv

Berita

Nganjuk – Keluarga ABK Nanggala 402 Kedatangan Tim Psikis dari Kemensos

Diterbitkan

pada

Nganjuk – Kapal selam KRI Nanggala 402 milik TNI-AL telah dinyatakan subsunk atau tenggelam di perairan Bali. Kabar tersebut menimbulkan duka bagi keluarga 53 awak kapal. Hingga kini korban belum berhasil ditemukan. Agnes Setiani Putri 23,adik kandung dari Kelasi Kepala (KLK) Eta Roni Effendi, salah satu awak Kapal Selam Nanggala 402, masih berharap ada mukjizat untuk kakak tercinta. Bertempat di rumahnya di Dusun Alastuwo, Desa Banaranwetan, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk. Sedang kedatangan dari Kementrian Sosial dan Dinas Sosial untuk melakukan asesmen dan penguatan sikis keluarga korban Nanggala 402.

Agnes adik Roni mengaku sangat dekat dengan kakak nya, bahkan dulu semasa dia kecil, ia selalu mendapat penjagaan kakak kandungnya ini. Sebelum berlayar, korban/Roni menyempatkan pulang ke rumah Nganjuk. Tampak di kediaman orang tua alamarhum sudah mulai tampak karangan bunga dari kesatuan tempat Roni bertugas. KLK Eta Roni bercerita bahwa prajurit muda itu sempat pulang ke Nganjuk dua minggu sebelum bulan puasa. Roni sempat bercerita akan melaksanakan tugas ke luar negeri dalam waktu dekat ini.

Sementara Suyono Ayah Roni beserta istrinya, Gunasri untuk menemani dan menguatkan hati Anisa, istri dari KLK Eta Roni Effendi. Prajurit TNI-AL itu memang berdomisili di Kota Pahlawan bersama istri dan anak laki-laki mereka. Agnes beserta keluarga mengaku tidak memiliki firasat apapun, sebelum insiden yang menimpa kakak sulungnya tersebut. Kakaknya merupakan alumnus SMK Muhammadiyah 1 Nganjuk tahun 2008. Sementara itu Iit Herliana Sekertariz Dinas Sosial dan PPA Kabupaten Nganjuk kedatanganya tersebut dalam rangka mengucapkan bela sungkawa sedalam dalamnya, dan sekaligus mengantarkan Tim dari Kementrian Sosial untuk melakukan penenangan kepada keluarga Awak Kapal Nanggala 402.

Kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak pada Rabu (21/4/2021) dini hari. KRI Nanggala-402 terduga hilang di perairan sekitar 60 mil atau sekitar 95 kilometer dari utara Pulau Bali, sekitar pukul 03.00 waktu setempat. Kapal selam ini membawa 53 orang yang terdiri dari 49 ABK, seorang komandan satuan, dan tiga personel senjata. Kapal hilang kontak saat komandan pelatihan hendak memberikan otoritas penembakan terpedo. Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, KRI Nanggala-402 yang hilang di perairan utara Bali telah tenggelam. Hadi mengatakan, isyarat subsunk (tenggelam) untuk KRI Nanggala-402 tersampaikan pada keluarga korban setelah petugas melakukan pencarian selama 72 jam.

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

space-iklan-300x250

TV DIGITAL MADU TV

space-iklan-300x400

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

%d blogger menyukai ini: