Nasabah Kecewa, BRI Cabang Pamekasan Hilangkan Berkas Jaminan Berupa Sertifikat Tanah

PAMEKASAN, MADUTV – Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa timur, Jumat (29/12/2023), diduga menghilangkan berkas jaminan berupa sertifikat tanah milik nasabah.

Awalnya, Kadir orang tua dari Indra warga Desa Artodung, Kecamatan Galis, meminjam uang ke Bank BRI cabang Pamekasan dengan jaminan sertifikat tanah beserta surat penting lainnya.

Setelah beberapa tahun rutin dilakukan pembayaran ansurannya oleh Indra, namun saat dilunasi ansuran tersebut malah pihak Bank BRI tidak memberikan surat jaminan sertifikat tanah milik ayahnya tersebut kepada Indra.

Sementara berkas jaminan yang diduga dihilangkan oleh Bank BRI Cabang Pamekasan tersebut berupa Leter C atau Petok, Surat hibah, keterangan historis tanah asli dari kepala desa, surat penguasaan tanah asli dari kepala desa, foto copy PBB dan foto copy KTP pemohon.

Indra selaku ahli waris menyebut, pihak Bank BRI Pamekasan hanya meberikan surat roya jaminan dengan nomor B.367-IX/KCR/ADK/02/2010.

“Berdasarkan surat pelunasan yang di keluarkan oleh bank dan saya mau mengabil berkas jaminan sesuai surat permohonan pada tahun 2010 lalu, pada waktu itu petugas menjanjikan pengambilan setifikat ke esokan harinya, tetapi sampai sekarang tahun 2023 tidak dikembalikan dan tidak ada tindak lanjut,” ungkap Indra.

Atas kecerobohan dalam menjaga berkas nadabah tersebut, Indra kecewa kepada pihak Bank BRI cabang Pamekasan yang diduga sudah menghilangkan surat sertifikat tanah milik ayahnya.

“Saya heran ke Bank BRU yang di bawah naungan BUMN itu bisa lalai dan diduga menghilangkan sertifikat jaminan milik nasabah,” tambahnya.

Pihaknya tetap meminta pertanggung jawaban pihak bank BRI Pamekasan yang diduga telah menghilang barang jaminan berupa sertifikat tanah dan surat penting lainnya.

“Saya tetap minta jamina sertifikat tanah milik ayah saya dan surat penting lainnya yang pertama, bukan yang baru kepada pihak Bank BRI Pamekasan. Karena di dalam berkas tersebut lampirannya ada surat penting lainnya,” tambahnya.

Indra juga telah melaporkan tindakan itu kepada Polres Pamekasan melalui kuasa hukumnya, namun sampai sekarang laporan itu juga belum mendapatkan pelayanan yg baik, sesuai motto Polri. Melindungi, mengayomi, melayani masyarakat.

“Saya sudah mensomasi melalui kuasa hukum, namun dari pihak BRI tidak ada etikat baik,” pungkasnya.

Indra menyebut pelayanan Bank BRI Pamekassn seharusnya maksimal dan memuaskan bagi nasabah, tetapi adanya kejadian ini kepercayaan masyarakat semakin berkurang.

Sementara itu, pihak Bank BRI cabang Pamekasan saat di datangi ke kantornya tidak bisa memberikan komentar soal dugaan hilangnya jaminan sertefikat tanah milik nasabah.(riz)