Beranda Berita Musim Kemarau Panjang Warga Blitar Gelar Tradisi Tiban

Musim Kemarau Panjang Warga Blitar Gelar Tradisi Tiban

118
0

Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Blitar, membuat warga sebuah desa, menggelar tradisi tiban. Meski tubuh para peserta berdarah, karena saling cambuk dengan menggunakan lidi yang dianyam , namun mereka mengaku tidak kesakitan. Selain untuk melestarikan budaya warisan leluhur, tradisi cambuk berdarah tiban tersebut juga diyakini, sebagai ritual untuk meminta hujan.
Inilah aksi para pesert tiban yang digelar warga Desa Sumberringin Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar. Musim kemarau yang berkepanjangan membuat seluruh warga desa berkumpul dan menggelar tradisi tiban, sebagai ritual meminta hujan. Tradisi tiban ini, sengaja digelar di ladang yang sudah mengering, karena tidak dapat ditanami.
Setiap pemain tiban, masing-masing hanya punya kesempatan mencambuk lawannya sebanyak tiga kali secara bergantian pada tubuh lawan, dan tidak boleh ke kepala. Meski banyak luka yang tergores ditubuh pemain akibat terkena cambuk, namun pemain tidak merasakan sakit. Justru mereka berkeyakinan, semakin banyak goresan luka dan darah mengucur, maka diyakini hujan akan deras mengguyur.
Sejumlah peserta mengaku, sebelum naik ke atas panggung, para peserta harus mempunyai persiapan sebelum mengikuti tiban. Selain mempersiapkan mental, tehnik mencambuk dan menghindari cambuk juga wajib dikuasai oleh para peserta, agar tidak mengalami luka yang cukup parah.
Sementara menurut ketua panitia, selain untuk melestarikan budaya seni warisan leluluhur, tradisi tiban ini sengaja diadakan untuk meminta hujan, karena sudah dua bulan terakhir ini, areal persawahan di desa sumber ringin mengering dan tidak dapat ditanami. Warga meyakini dengan diadakannya tradisi ini hujan akan segera turun.
Ritual tiban ini sediri, adalah merupakan tradisi peninggalan leluhur khusunya bagi warga masyarakat diwilayah Blitar, sebagai ritual untuk meminta hujan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

62 − 59 =