Beranda Berita Musim Kemarau Panjang, Harga Cabai Melonjak Naik

Musim Kemarau Panjang, Harga Cabai Melonjak Naik

40
0

Harga cabe selalu menjadi momok bagi semua kalangan. Di kota blitar harga cabe melambung tinggi hingga tembus lima puluh ribu perkilonya. Bahkan, harga cabe tersebut, setiap hari berubah dan mengalami kenaikan sekitar lima ribu hingga sepuluh ribu rupiah.
Musim kemarau panjang, membuat harga cabe melonjak tajam. Di pasar legi kota blitar, harga cabe setiap hari berubah dan naik. Kenaikan berkisar antara lima ribu hingga sepuluh ribu rupiah perkilonya. Kini harga cabe sudah mencapai lima puluh ribu rupiah perkilogramnya.
Tidak hanya cabe rawit saja yang naik, naik cabe besar dan juga cabe hijau juga melonjak drastis. Dari harga tiga puluh delapan, kini hampir semua jenis cabe menjadi lima puluh ribu perkilonya. Padahal lebaran kemarin masih berada di kisaran harga dua puluh ribu rupiah.
Pedagang mengaku, kenaikan harga cabe ini lantaran musim kemarau panjang, sehingga banyak petani yang mengalami gagal panen. Akibat harganya yang tiap hari berubah dan naik, berdampak penjualan, sehingga pembeli agak sepi.
Sementara, pembeli mengaku bingung dengan kenaikan harga cabe yang sangat sigfinikan. Untuk mensiasatinya, pembeli mengurangi belanjaannya karena dibagi untuk keperluan yang lain. Karena jika membeli banyak, cabe juga mudah busuk.
Tidak hanya cabe, harga ayam yang sempat anjlok ke harga di bawah dua puluh ribu, kini juga naik di atas tiga puluh ribu hingga tiga puluh dua perkilona. Selain itu, harga daging ayam juga selalu berubah-ubah dan naik. Warga berharap, agar pemerintah segera menstabilkan harga-harga, khususnya cabe yang selalu menjadi momok bagi para ibu rumah-tangga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 86 = 90