Beranda Berita Mural Wayang Orang Hiasi Jalan Layang Manahan Solo

Mural Wayang Orang Hiasi Jalan Layang Manahan Solo

132
0

Jalan layang atau overpass Manahan Solo, Jawa Tengah, yang dibangun untuk mengurai kemacetan, tak lama lagi akan segera dioperasikan. Yang menarik, dinding sekitar jalan layang ini dihiasi mural bernuansa klasik futuristik bergambar tokoh pewayangan dengan ukuran raksasa.
Menegaskan Kota Solo sebagai kota kreatif, pemerintah Kota Solo menambah ornamen berupa seni mural yang dipadu hiasan mozaik, di sepanjang dinding jalan layang atau overpass Manahan Solo, Jawa Tengah. Digagas untuk menggambarkan identitas kota bengawan ini, seluruh mural dikerjakan oleh belasan seniman mural asal Kota Solo.
Selain perpaduan garis dan bidang penuh warna yang berkesan modern serta futuristik, para seniman mural juga menambahkan figur-figur tokoh pewayangan yang bisa menafsirkan tema seni, budaya, dan olahraga, sebagai identitas Kota Solo.
Pada dinding sisi timur, terdapat lima tokoh pandawa yang divisualisasikan dengan bentuk wayang orang. Sementara di sisi barat menceritakan epos ramayana versi modern, dimana warnanya yang cerah membuatnya terlihat futuristik. Tema wayang diambil dari visi Kota Solo, sebagai kota budaya yang maju dan rakyat sejahtera.
Irul Hidayat – Koordinator Muralis, “jadi disini kita mix antara epos epos klasik dengan figure wayang orang dengan komposisi bidang dan garis dengan warna kekinian dan futuristic itu sebenernya yang ingin kita tampilkan di ruang public overpass manahan ini karena infrastruktur modern infrastruktur inovatif jai kita ingin berinovasi dengan cerita-cerita klasik dnegan gambar-gambar yang kita mix dengan citra-citra modern itu tadi”
Arya – Muralis Solo, “kalo sendiri mungkin dari ukuran ya mbak ya kalo aku pribadi ini mural paling besar yang selama ini aku mural terus kendalanya cuma ya paling dirasain ya ini kan musim penghujan ya kalo hujan ya harus ngeyup dulu dari ketinggian ya mungkin ya harus lebih hati-hati”
Selain mempercantik Kota Solo dan menarik wisatawan untuk datang, ornamen mural di dinding jalan layang ini juga bisa memberi wadah kepada para pecinta seni lukis dinding, serta mengurangi vandalisme yang marak di kota ini.
Hadi Rudyatmo – Wali Kota Solo, “kalo pemerintah sudah memberi ruang untuk mereka yang mempunyai hobi corat coret punya talenta soal mural tidak perlu begitu kita duduk bareng pak saya maunya begini pak supaya tidak corat coret. Wayang ini ambil dari misi solo kota bduaya hari wayang kan sudah ditetapkan juga sehingga ini nyambung nampaknya nanti tidak hanya wayng aja, nanti juga ada mbah gesang naik perahu dayung sendiri namun yang naik paraa atlit atlit yang menggambarkan disitu ada gor manahan”
Menghabiskan biaya sebesar 43 miliar rupiah, jalan layang atau overpass Manahan Solo memiliki panjang 600 meter dengan lebar 9 meter. Proyek yang dilakukan oleh balai besar pelaksanaan jalan nasional ini, diharapkan mampu membuat arus kendaraan dari Jalan Adi Sucipto dan Jalan MT Haryono menuju Jalan Dokter Muwardi, lancar dan bebas dari kemacetan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 1 = 4