Connect with us

Madiun

Mulai 24 April, Daop 7 Madiun Batalkan 4 Perjalanan KA Jarak Jauh

Diterbitkan

pada

Mulai 24 April, Daop 7 Madiun Batalkan 4 Perjalanan KA Jarak Jauh

Mulai 24 April, Daop 7 Madiun Batalkan 4 Perjalanan KA Jarak Jauh

Sejak pemberlakuan program pembatasan sosial berskala besar, PSPB , di DKI Jakarta dan beberapa daerah penyangganya PT kereta api Indonesia, KAI daerah operasi , daop , 7 Madiun , Jawa Timur , telah membatalkan perjalanan 3 kereta api , yakni kereta api anjasmoro , singasari , dan kereta api brantas . sedangkan mulai 24 april mendatang, daop 7 akan membatalkan kembali dua perjalanan kereta api , yakni kereta api bima, dan kahuripan .

untuk memaksimalkan program PSBB , di DKI Jakarta, dan beberapa daerah penyangganya , serta menurunya volume penumpang baik berangkat ataupun datang di daop 7 madiun , Jawa Timur , hinga 90 persen , telah membatalkan 40 perjalanan kereta api yang melintas maupun yang berangkat dari wilayah daop 7.

khusus untuk keberangkatan dari Madiun yang sudah batal perjalananya , ada 6 kereta api , yakni kereta api Anjasmoro , relasi Jombang-pasarsenen PP , kereta api singasari , relasi Blitar-pasarsenen PP, dan kereta api brantas , relasi Blitar-pasarsenen , sedangkan sisanya 34 kerata api yang batal berangkat, berasal dari daop lain.

sebagai wujud daop 7 Madiun , mendukung pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona, mulai 24 april , akan kembali membatalkan 4 perjalanan kereta api. adapun kereta api tersebut, kereta api bima, relasi Surabaya gubeng-gambir PP, dan kereta api kahuripan , relasi blitar-kiaracondong bandung PP. sehingga perjalanan kereta api yang dibatalkan, baik yang melintas maupun yang berangkat dari wilayah daop 7 Madiun , sejumlah 44 kereta api .

Manager humas daop 7 Madiun , ixfan hendriwintoko , mengharapkan bagi penumpang yang sudah terlanjur memesan tiket pada tanggal tersebut , bisa dilakukan pembatalan secara online, melalui aplikasi KAI access , bea tiket dikembalikan 100 persen , dan uang pembatalan akan dibayarkan dalam waktu 30 hingga 45 hari, secara transfer.

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Ekonomi

Pemkot Madiun Raih Penghargaan OPOP Dalam Upaya Mendukung Santri Pengusaha

“Apa yang sudah dilakukan di daerah-daerah, kami apresiasi. Kami mohon bisa terus berjalan dan semakin lebih baik,”

Diterbitkan

pada

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama sejumlah kepala daerah dalam kegiatan penutupan OPOP Expo 2021 di Icon Mal Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Minggu (28/11/2021). (ANTARA/HO-Diskominfo Kota Madiun)

Madiun – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun kembali berprestasi meraih penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa atas dedikasinya mendukung dan menyukseskan program “One Pesantren One Product” (OPOP) di wilayahnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan penghargaan tersebut kepada Wali Kota Madiun Maidi dalam kegiatan penutupan OPOP Expo 2021 di Icon Mal Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Minggu (28/11/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah mengucapkan terima kasih kepada kepala daerah dan seluruh pihak yang telah membantu terlaksananya OPOP, tak terkecuali Wali Kota Madiun Maidi.

“Apa yang sudah dilakukan di daerah-daerah, kami apresiasi. Kami mohon bisa terus berjalan dan semakin lebih baik,” kata Gubernur Khofifah.

Sesuai data, OPOP merupakan program unggulan Gubernur Jawa Timur sebagai upaya pemberdayaan perekonomian berbasis pesantren. OPOP terlaksana berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 62 tahun 2020 tentang OPOP.

Dalam pergub itu tertera, bahwa program OPOP terlaksana melalui pemberdayaan pesantren, santri, dan alumni guna mewujudkan Pesantrenpreneur, Santripreneur, dan Sosiopreneur.

OPOP bisa terintegrasi dengan program penguatan ekonomi lainnya seperti yang dijalankan BI, OJK, dan pemerintah daerah. Digitalisasi yang semakin pesat juga harus dimanfaatkan untuk mendongkrak bisnis pesantren.

Di Jawa Timur, banyak contoh pesantren yang telah sukses mengembangkan usaha mereka. Tugas kepala daerah membantu mengawal dan menguatkan program OPOP itu agar berjalan sukses di daerah masing-masing.

Pemerintah Kota Madiun mendukung penuh program OPOP tersebut. Sebab, program itu memberikan banyak manfaat. Baik bagi para santri maupun pemerintah daerah pada umumnya.

Wali Kota Madiun Maidi menyatakan kesanggupannya untuk menyukseskan OPOP. Pemkot akan  terus mengkaji apa saja kebutuhan pesantren di Kota Madiun dalam mengembangkan bisnis mereka.

Adapun program OPOP di Kota Madiun, salah satunya terlaksana di Pondok Pesantren Al Mardliyyah Al Mujadadiyyah di Kelurahan Demangan.

Ponpes Al Mardliyyah memiliki usaha agrobisnis yang berkembang bagus di sektor pertanian. Yakni menanam melon “golden” yang hasilnya sudah bisa untuk memenuhi kebutuhan di Kota Madiun. Selain itu, ponpes tersebut juga menanam aneka jenis sayur lainnya.

Usaha pada sektor pertanian milik Pesantren Al Mardliyyah tersebut, bisa menjadi contoh bagi pondok pesantren lain.

Menurutnya, santri memiliki “fight spirit” yang luar biasa, sehingga tinggal mengasah keunggulan atau keterampilan mereka, maka santri sudah bisa unggul di kancah bisnis negeri ini.

“Pemasaran juga akan kami bantu. Salah satunya, dengan menyediakan tempat-tempat berjualan yang strategis untuk produk,” kata dia.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kiprah OPOP di Jatim, ia menyatakan telah menyiapkan kafe kontainer milik Pemkot Madiun untuk dijadikan sebagai galeri produk-produk koperasi pondok pesantren (kopontren) yang tersebar di Kota Madiun.

Tak hanya itu, pemda juga akan melakukan kajian-kajian tentang apa yang menadi kebutuhan Kota Madiun. Kebutuhan itu akan terkoordinasi dengan pondok pesantren untuk menentukan produk apa yang sekiranya tepat dan menjual.

Selain itu, beragam pelatihan yang tersedia bertujuan untuk menambah keterampilan para santri dalam mewujudkan satu pesantren satu produk tersebut.

“Pemerintah harus hadir melengkapi apa yang sekiranya belum maksimal. Santri merupakan bagian dari anak bangsa. Pembangunan harus bermanfaat untuk anak bangsa,” katanya.

Pihaknya optimistis program OPOP semakin maju di Kota Madiun bersama dukungan para santri yang mampu menciptakan produk-produk kompetitif. (antara/*)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: