TULUNGAGUNG – Motif Dan Jumlah Guratan, Tentukan Tingginya Harga Aksesoris Air Mata Dewa Syiwa Atau Genitri

441

TULUNGAGUNG – Motif Dan Jumlah Guratan, Tentukan Tingginya Harga Aksesoris Air Mata Dewa Syiwa Atau Genitri

Air Mata Dewa Syiwa, atau lazim di sebut Genitri, yang saat ini, belum begitu populer di tengah-tengah masyarakat, untuk dijadikan sebuah aksesoris dalam menunjang penampilan, justru dapat menjadi peluang bisnis baru bagi seorang warga di Tulungagung, Jawa Timur, masih menjanjikan untuk digeluti. Aksesoris Genitri yang biasanya digunakan untuk kesehatan, dan spiritual, akan bernilai ekonomis tinggi, sesuai motif serta jumlah guratan.

Tidak membutuhkan tempat luas dan hanya menggunakan peralatan yang sederhana, sejak 3 tahun terakhir, Agus Utomo, warga Desa Tanggung, Kecamatan Tulungagung, Jawa Timur, menggeluti aksesoris, berupa gelang, japamala, atau kalung kesehatan, dan tasbih, dari Genitri. Genitri atau Air Mata Dewa Syiwa, merupakan tanaman berasal dari india, dapat dengan mudah di dapat disekitar Tulungagung, sehingga tidak kesulitan untuk memenuhi bahan bakunya.

Meski tergolong baru, dalam menggeluti aksesoris Genitri, namun setiap bulannya, Agus Utomo, dapat menyelesaikan sekitar 500 kalung, gelang, tasbih, dan saat ini, peminatnya semakin terus bertambah. Agus Utomo, yang mengandalkan pemasaran lewat online, banyak di pesan dari Surabaya, Lampung, dan Jakarta, sedangkan khusus pemesan dari Jakarta, akan di kirim ke Cina dan Taiwan.

Genetri motif Mawar, Blitar, Medana, dan Nepal, yang banyak di produksi Agus Utomo ini, diminati oleh kalangan pelaku spiritual. Bahkan Genitri yang memiliki garis atau guratan lebih dari lima, nilai jualnya akan semakin tinggi, dan saat ini, Genitri dengan guratan 6 dan 9 yang paling banyak di cari.

Kalung, dan tasbih Genitri dengan guratan di bawah 5, buatan Agus Utomo ini, di banderol 50 ribu rupiah per buah, sedangkan gelang di banderol 15 ribu rupiah, namun untuk kalung dengan guratan 9 di banderol antara  250 ribu hingga 300 ribu rupiah per buah.