Miris, Pasutri di Blitar Jadi Mucikari Prostitusi Online

BLITAR, MADU TV – Pemirsa dan jajaran kepolisian Polres Blitar Kota dibuat tercengang dengan praktik layanan prostitusi online yang baru saja dibongkar. Ironisnya, bisnis gelap ini dilakukan oleh seorang pasangan suami istri. Dalam setiap aksinya, mereka menjajakan layanan prostitusi online melalui media sosial Michat.

Polisi berhasil mengamankan enam tersangka dalam kasus prostitusi online yang kerap terjadi di Kota Blitar. Dari keenam tersangka tersebut, dua di antaranya adalah perempuan, sementara empat lainnya adalah laki-laki yang bertindak sebagai operator aplikasi. Yang lebih memprihatinkan, dua dari keenam tersangka tersebut merupakan pasangan suami istri, yakni A-L dan S-A, warga Kecamatan Wates.

Dari aplikasi kencan tersebut, para pelaku menetapkan harga berkisar antara 300 ribu hingga 1 juta rupiah untuk sekali kencan. Mereka menjajakan sejumlah perempuan, bahkan di antaranya ada yang masih di bawah umur. Dari transaksi kencan online ini, para pelaku berhasil meraup untung hingga puluhan juta rupiah setiap bulannya.

Berdasarkan pengakuan pelaku, para wanita yang dijajakan ini dibayar 8 juta rupiah per bulan, sementara operator mendapatkan 20 persen dari setiap transaksi. Mereka bertransaksi di salah satu oyo dan hotel di Kota Blitar.

Kompol I Gede Suartika, Wakapolres Blitar Kota, mengungkapkan bahwa polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti, termasuk sisa uang transaksi, gawai, serta alat kontrasepsi. Para pelaku akan dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Wartawan : Suko Ramadhan | Editor : Riaza Romy