Minyak Goreng Subsidi di Kediri Langka, Kulakan Pedagang Harus Disertai Pembelian Margarin

103

Kediri – Minyak goreng bersubsidi di Kota Kediri, Jawa Timur, mulai menghilang. Salah satunya di pasar tradisional Pasar Pahing. Langkanya minyak goreng merek minyakkita tersebut, terjadi karena pedagang enggan membeli minyak goreng. Ketika kulakan diharuskan juga membeli margarin sebagai produk penyerta.

Atas adanya keharusan tersebut, pedagang yang memiliki produk minyak bersubsidi terpaksa harus menaikkan harga di atas harga eceran tertinggi, hal tersebut dilakukan untuk menutup kerugian dari kurang lakunya produk margarin.

Pedagang minyak goreng mengatakan, stok minyak kita di gudang kosong, sementara kalaupun ada, pedagang untuk mendapatkannya harus membeli satu paket dengan margarin. Sementara margarin tersebut sulit laku karena pembeli tidak mau membeli secara paketan, sehingga untuk menutup kerugian, terpaksa harga minyak goreng dinaikkan diatas h-e-t.

Selain itu,  ketika kulakan minyak goreng juga diharuskan membeli margarin, untuk 10 kardus minyakkita, satu paket dengan satu kardus margarin. Untuk meminimalisir kerugian, minyak bersubsidi dijual 15 ribu rupiah. Selain enggannya pedagang kulak minyak bersubsidi, diduga kosongnya stok di gudang juga menjadi salah satu penyebab kelangkaan.

Meski minyakita sudah mulai hilang di pasaran, namun harga minyak goreng dipasar tradisional di Kota Kediri masih normal. Untuk minyak goreng kemasan 1 liter dijual 16 ribu, dan kemasan 2 liter dijual 35 ribu.(ef)