Minyak Goreng Langka, Bupati Blitar Sarankan Warganya Memasak dengan Cara Direbus dan Dikukus

41
Sumber : Foto Suko Ramadhan Jurnalis MaduTV

Blitar – Bupati Blitar Rini Syarifah meminta masyarakat Kabupaten Blitar untuk merubah pola memasak. Yakni dengan mengurangi penggunaan minyak goreng yang tengah langka keberadaannya.

Bupati yang akrab dipanggil Mak Rini itu menyarankan agar warga Kabupaten Blitar memasak dengan cara direbus dan dikukus untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak goreng.

Selain itu, pengurangan konsumsi minyak goreng juga untuk mengantisipasi stok minyak yang menipis. Dengan mengurangi penggunaan minyak goreng kata dia juga akan menjadikan masakan lebih sehat.

“Masyarakat kami sarankan untuk konsumsi pribadi dikurangi saja penggunaan minyak gorengnya.  Lebih banyak direbus atau dikukus. Karena itu lebih sehat juga,” tutur Mak Rini.

Melalui Dinas Perindustrian Dan Perdagangan, Pemkab Blitar sebenarnya rutin menggelar operasi pasar minyak goreng. Hal ini untuk membantu masyarakat mendapatkan minyak goreng yang susah didapatkan di pasaran.

Sebelumnya Satgas Pangan Polres Blitar juga melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah distributor minyak goreng. Sidak minyak goreng dilakukan untuk memastikan tidak ada penimbunan yang dilakukan oknum nakal. Memanfaatkan situasi langkanya minyak goreng di pasaran demi keuntungan sepihak.

Dari sidak tersebut diketahui di UD Tri Mei stik minyak goreng tersisa 900 Karton merk Hemart.  Sebagian sudah didistribusikan dengan harga distributor Rp. 13.000 perliter.

Sementara di PT. MAYORA stok minyak goreng saat ini hanya tinggal 200 Karton dengan merk Filma. (sr)