Beranda Berita Menyajikan Kembali Budaya Nenek Moyang Dayak

Menyajikan Kembali Budaya Nenek Moyang Dayak

67
0

Kejayaan budaya nenek moyang selalu saja seksi untuk digali dan disajikan kembali. Seperti budaya suku dayak yang secara rutin dilombakan dalam sebuah festival tahunan di kalimantan tengah, agar generasi penerus tak kehilangan jejak sejarah. Bertajuk maneser panatau tatu hiang atau menggali kejayaan budaya nenek moyang, festival ini hendak mengenalkan kepada generasi penerus akan kebudayaan dan sejarah budaya lokal yang sampai saat ini masih dipertahankan. Pemerhati budaya, rahmad hamka, mengungkapkan, melalui pergelaran budaya ini dapat digali kembali sejarah ataupun legenda budaya kalteng agar generasi muda mengenal dan membantu melestarikan budaya leluhur. Rahmad Nasution Hamka – Pemerhati Budaya Asal Kotawaringin Barat,” karna kita tahu bahwa kekayaan luhur kita ini sangat luar biasa kekayaan budayanya ini harus dipelihara dijaga dilestarikan dan juga harus diresapi apa yg menjadi filosofi dari budaya kita itu. Tradisional modern dan kemudian dibantu dgn tekhnologi. Ketua penyelenggara festival, joko purnomo, mengatakan, dalam lomba ini para peserta dituntut mampu berkreasi dalam seni dan mengkolaborasikan dengan sentuhan modern, tanpa menghilangkan nilai aslinya. Joko Purnomo – Ketua Penyelenggara Festival Maneser Penatau Tatu Hinga, “yg mana paneser tatu hiang ini yg artinya yaitu mengali kekayaan budaya nenek moyang kita erdahulu, harapan kami kenapa kami mengumpulkan sangar2 khususnya di kalteng agar para seniman lebih mengkreatifitasi dlm kesenianya. Seni pedalaman ini kita gabung kreasi sprti itu menjadi seperti tari garapan yg kita saksikan sekarang ini. Helatan budaya ini disemarakkan oleh 400 peserta, termasuk dari sanggar tari asal kalimantan timur yang ikut bagian, dan digelar selama 3 hari dalam 3 sesi, pagi siang dan malam”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

53 − = 47