Connect with us

Nasional

Mengenal Terjun Payung Statik Prajurit Komando

Diterbitkan

pada

Untuk mengasah kemampuan sebagai prajurit penerjun pasukan elit TNI Angakatan Udara Korp pasukan khusus atau paskhas selalu melakukan latihan terjun statik setiap tahunnya. Terjun ala militer ini adalah terjun di ketinggian rendah dengan membawa perlengkapan tempur sebagai strategi penyerbuan. Prajurit khusus di 3 Matra TNI harus mampu menguasai terjun yang satu ini, yaitu terjun statik, yang dikhususkan untuk penyerbuan. Terjun statik wajib dikuasai oleh salah satu pasukan elit Indonesia, yaitu prajurit khas TNI Angkatan Udara, atau lebih dikenal dengan sebutan paskhas. Terjun dari ketinggian seribu 500 kaki, prajurit komando paskhas akan melakukan gerak cepat, lompat dari dalam pesawat, dimana parasut akan langsung terkembang ketika mereka melayang di udara. Prajurit para komando dengan perlengkapan tempur lengkap yang melekat di badan mereka, harus mampu mengemudikan parasutnya untuk tepat mendarat pada ordinat yang telah ditentukan. Biasanya para pasukan elit kebanggaan TNI Angkatan Udara ini, membawa senjata laras panjang, koper berisi perlengkapan tempur, parasut utama, dan parasut cadangan, yang semuanya itu beratnya hampir 15 kilogram per orangnya. Terjun statik tidak hanya dilakukan pada siang hari, namun lebih utama dilakukan pada malam hari, karena terjun militer ini, sebagai salah satu strategi penyerbuan ke wilayah musuh. Di sinilah, penerjun militer kembali dituntut keahlian dan naluri bertempurnya, untuk mampu mendarat di titik aman yang tidak diketahui musuh, dalam pekatnya malam. Letkol Pas. Andy Warru – Komandan Denhanud 474 Paskhas Lanud Adisutjipto, “Terjun static adalah terjun spesifikasi untuk penyerbuan karena berada pada ketinggian yang lebih rendah. Kami membawa perlengkapan ransel, senjata beserta kebutuhan perlengkapan perorangan.”  Korps Paskhas TNI Angkatan Udara, setiap tahunnya, melakukan latihan rutin terjun statik untuk mengasah kemampuan, bagi para tamtama, bintara hingga perwira, sebagai pasukan penerjun payung.

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Bencana

Kapal SPOB Seroja 01 Temukan 2 Korban KM Liberty 1 di Laut Utara Bali

Diterbitkan

pada

Saat petugas Basarnas Bali melakukan pencarian terhadap korban KM Liberty 1, Rabu (27/10/2021). ANTARA/HO-Basarnas Bali. (Antara/Ayu Khania Pranisitha/2021)

Denpasar – Kapal SPOB Seroja 01 menemukan dua orang ABK KM Liberty 1 di perairan utara Bali pada Rabu, (27/10) pukul 15.30 Wita.

“Dua orang korban tersebut atas nama Rivaldy Refly (juru minyak) dan Hadiq Zain (koki), saat ditemukan Rivaldy Refly masih dalam keadaan selamat namun Hadiq Zain sudah dalam keadaan meninggal dunia,” kata Kepala Basarnas Bali Gede Darmada dalam siaran persnya di Denpasar, Bali, Rabu.

Ia mengatakan saat ini Kapal SPOB Seroja 01 mengevakuasi dua korban ini menuju Pelabuhan Lembar, Lombok.

“Benar, korban akan dievakuasi menuju Pelabuhan Lembar, Lombok. Kami sudah koordinasikan dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram. Estimasi tiba di Pelabuhan Lembar sekitar pukul 6 pagi,” jelasnya.

Selanjutnya, Basarnas akan melaksanakan pencarian di lokasi ditemukannya korban dengan mengerahkan KN SAR Arjuna 229.

Lokasi penemuan berjarak sekitar 40.56 NM dengan heading 51.29° dari Pelabuhan Celukan Bawang, Buleleng. Setelah dua korban dari 9 ABK ditemukan, Basarnas akan mencari tujuh ABK yang masih hilang.

Sebelumnya, diketahui bahwa KM Liberty 1 lepas sandar dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Jumat, (22/10) pukul 00.07 WIB dini hari menuju Reo Flores NTT. Namun pada Sabtu, (23/10) pukul 22.07 Wita kapal yang berjenis cargo ini tenggelam karena dihantam badai di perairan utara Bali.(antara/*)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: