Mengenal Lokapala, Game Lokal yang Dipertandingkan di PON XX Papua

124

Jakarta – Game asli Indonesia Lokapala turut memeriahkan ekshibisi esport di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua sebagai pertandingan persahabatan. Lokapala menjadi satu-satunya game lokal yang dipertandingkan di PON XX Papua. Empat nomor yang masuk dalam ekshibisi esport yakni game Free Fire, Mobile Legends, eFootball PES 2021 dan PUBG Mobile.

Game bergenre multipemain yang bertarung dalam satu arena secara daring atau Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) tersebut dikembangkan oleh pria asal Surakarta di bawah perusahaan bernama Anantarupa.

Ivan Chen, CEO Anantarupa, mengungkapkan bahwa untuk membuat Lokapala melalui proses yang cukup panjang. “Empat tahun yang lalu kami sudah melihat bahwa esport akan bergeser ke arah ranah mobile. Jadi kami waktu itu ingin berbuat sesuatu supaya kita bisa catch the trend,” ujar Ivan dalam konferensi pers virtual, Selasa.

Namun, menurut Ivan, saat itu banyak orang yang masih belum percaya. Sebab, ketika itu belum ada satu pun perusahaan game yang mampu membuat game esport, bahkan di region Asia Tenggara. Mengalami perjalanan yang tidak mudah karena “tidak ada yang percaya,” Tambahnya.

Ivan bersama tim tetap melakukan persiapan pada 2018 selama delapan bulan pra-produksi. Kemudian, pada 2019, Ivan dan tim mulai melakukan produksi hingga pada pertengahan 2020 Lokapala berjodoh dengan PT Melon Indonesia. Yaitu anak perusahaan Telkom Indonesia, yang mulai melirik bisnis penerbitan game.

“Dari situ ternyata Lokapala mendapat banyak sekali sambutan yang cukup positif. Meskipun dengan berbagai keterbatasan yang kami mampu pada saat itu,” kata Ivan.

 PT Melon Indonesia pertama menerbitkan game yaitu lokapala. “Tepatnya tahun lalu bulan Mei di tengah-tengah masa pandemi,” ujar CEO Melon Indonesia, Dedi Suherman.

Saat itu, Dedi mengungkapkan, perusahaan yang bergerak di bidang digital content entertainment, termasuk game dan musik, memutuskan untuk masuk ke bisnis penerbitan game.

Sebelumnya, Melon Indonesia telah lama berfokus pada bisnis aggregation dari game itu sendiri, dengan merangkul sejumlah game ternama. Termasuk empat game yang masuk dalam ekshibisi esport PON XX Papua.

Masuk ke dalam bisnis penerbitan game, menurut Dedi, cukup sulit untuk mendapat game Indonesia yang siap dipasarkan. Setelah bergerilya dan menolak game asing, termasuk dari China dan Korea, akhirnya PT Melon Indonesia bertemu dengan Anantarupa yang mengembangkan game Lokapala.

“Selesai berdiskusi dan melihat bahwa game ini cukup matang dari story-nya dari karakternya dan menjadi game pertama yang bisa memiliki kemampuan MOBA. Bahkan bertanding pada kancah esport,” kata Dedi.

Setelah mencapai kesepakatan, akhirnya Lokapala meluncur pada saat pandemi, dan oleh karena itu Dedi mengatakan hanya dapat melakukan promosi online tanpa kegiatan fisik melalui kegiatan esport secara secara virtual.

Dalam perjalannya, Lokapala semakin matang dan memiliki komunitas. Menjelang PON XX Papua, Melon Indonesia diskusi dengan Pengurus Besar Esport Indonesia (PB ESI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

“Akhirnya minggu lalu PB ESI bersama kami dan juga KONI menerima Lokapala sebagai salah satu game yang bertanding dalam rangkaian ekshibisi PON XX. Di mana kami mempunyai kelas khusus yang bernama friendly match,” kata Dedi. (antara/am/ed:zl)