Beranda Berita Menabung Bertahun-Tahun Seorang Warga Penjual Sayur Bisa Naik Haji

Menabung Bertahun-Tahun Seorang Warga Penjual Sayur Bisa Naik Haji

50
0

Menabung bertahun-tahun, seorang warga penjual sayur di Besuki, Situbondo, akhirnya bisa naik haji. Meski sepekan lagi berangkat ke asrama haji, namun ia tetap berjualan sayur keliling di sejumlah desa sekitarnya. Ia pun harus menabung lima tahun demi bisa melakukan setoran awal haji, hingga akirnya dipanggil bernagkat haji setelah menunggu 8 tahun antrean.
Beginilah aktivitas taji dan istrinya endang salah satu pasangan jamaah haji warga Desa Jetis Kecamatan Besuki, Situbondo,Jwa Timur. Meski sepekan hari lagi harus berangkat ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya, keduanya masih tetap beraktivitas untuk berjualan sayur keliling dari kampung ke kampung di sekitar besuki bahkan hingga arak-arak bondowoso.
Setiap hari, dibantu sang istri hasil kulakanya dari pasar ditata sedemikian rupa ke dalam sepeda gerobak kelilingnya. Mulai jenis sayuran hijau, bumbu, makanan ringan, camilan goreng hingga aneka lauk dan buah-buahan.
Ia pun lalu berkeliling dari rumah ke rumah di setiap pelosok kampung yang jauh dari aktivitas pasar. Untuk menarik minat pembeli ia pun mempunya panggilan khas dengan meniupkan peluit sembari berjalan, sampai ada warga yang menghentikanya.dari aktivitas tukang sayur inilah, keduanya pun akhirnya bisa naik haji.
Setiap hari, ia pun mengaku harus menabungkan hasil laba berjualanya sebanyak 30 hingga 50 ribu rupiah. Dalam sehari ia mengaku mendapat hasil laba bersih 70 hingga 100 ribu. Untuk bisa mendaftar haji, ia mengaku butuh menabung 5 tahun sejak tahun 2005 dan baru bisa membayar setoran haji tahun 2011.
Selanjutnya ia terus menabung 500 ribu rupiah setiap bulan hingga akhirnya ia dipanggil untuk berangkat pada 19 juli mendatang. Ia mempunyai keinginan kuat untuk berhaji karena termotivasi ingin bisa menunaikan rukun islam kelima tersebut, hingga akhirnya diberi kekuatan untuk melunasi biaya haji.
Aktivitas jualan sayur ini diakuinya baru akan berhenti jika sudah dua hari sebelum berangkat agar bisa mendapat tambahan uang saku. Kabar gembira ini pun mendapat sambutan baik dan doa dari para pelangganya, agar menjadi haji mabrur.
Dalam pemberangkatan haji tahun ini, taji dan istrinya akan berangkat dalam kloter 21 rombongan Jamaah Haji Asal Situbondo Pada 19 Juli mendatang. Ia sangat bersyukur setelah lama menabung ia akhirnya bisa dipanggil ke baitullah bersama istrinya dari hasil jerih payah penjualan sayur selama ini. Usia berhaji ia tidak akan menghentikan pekerjaanya berjualan sayur keliling, karena baginya meksi hasilnya tidak besar namun baginya telah cukup untuk hidup bersama istri dan satu anaknya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 57 = 67