Beranda Berita Memodifikasi Motor Menjadi Gerobak Pengangkut Segala Medan

Memodifikasi Motor Menjadi Gerobak Pengangkut Segala Medan

44
0

Teknologi dan peralatan yang ada saat ini diciptakan untuk mempermudah kerja manusia, mungkin hal itulah yang ada di Benak Edi Susanto warga Desa Karangrejo Kecamtan Kampak Kabupaten Trenggalek. Buktinya, dengan kreasinya berhasil diciptakan gerobak pengangkut batu berbagai medan, bahkan bisa untuk melewati sungai.

Di jalan gang di area persawahan terlihat dua unit kendaraan roda tiga sedang melintas, terlihat, kendaraan roda tiga tersebut berbeda dengan kendaraan roda tiga pada umumnya, seperti yang diproduksi di pabrik. Itu terlihat jelas dari dimensi kendaraan tersebut yang lebih ramping, hingga besar roda yang digunakan.

Bukan hanya itu untuk kendaraan ini, juga bisa digunakan untuk menyebrangi sungai dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter,dua unit kendaraan roda tiga itulah buatan edi susanto, yang difungsikan sebagai gerobak pengangkut batu,kendaraan tersebut sengaja dibuat kendaraan lebih ramping, agar pengoprasiannya disegala medan mudah.

Ternyata pembuatan dua unit kendaraan roda dua tersebut telah dilakukannya sekitar tahun 2015 lalu. Saat itu dirinya merasa kasian melihat beberapa wanita yang dibilang sudah berusia tua mencari batu disungai, dan mengumpulkannya ketepi. Setelah terkumpul, sedikit demi sedikit batu tersebut diangkat kepinggir jalan, guna dijual kepada pengepul batu untuk di hancurkan, menjadi batu koral yang nantinya digunakan sebagai campuran cor bangunan.

Sehingga untuk menjual batu sebanyak satu takaran timba seharga rp 1.500 minimal diperlukan dua kali pengambilan. Untuk itu, dirinya berniat membuat peralatan guna meringankan beban mereka dalam mengangkat batu, sekaligus membuat mata pekerjaan yang baru. Sebab dirinya telah bekerjasama dengan rekannya yang juga sebagai pengepul dan penghancur batu. Dari situlah, dirinya mencoba membuat kendaraan pengangkut batu roda tiga dengan memanfaatkan mesin sepeda motor yang rusak.

Semenjak saat itu, dirinya mencoba mencari peralatan yang digunakan, khususnya onderdil sepeda motor, mobil, dan keperluan untuk mewujudkan keinginannya tersebut. Namun masalah lain terjadi, yaitu dirinya mengalami kesulitan modal. Sebab harga perlengkapan untuk mewujudkan keinginannya tersebut yang dijual di toko tidaklah murah. Dari situ, dirinya bekoordinasi dengan rekan-rekannya untuk memecahkan hal tersebut.

Karena itu pihaknya membeli perlengkapan itu di toko loak (barang bekas), sebab harganya yang lebih terjangkau, dari situ, dirinya bisa meminimkan pengeluaran untuk membuat kendaraan yang diinginkan tersebut. Ini bukannya tanpa sebab, mengingat berbagai komponen yang digunakan untuk itu, di toko ada yang mencapai harga Rp 1 juta. Namun, setelah mencarinya di loak, harganya tidak sampai Rp 100 ribu, dari situ biaya pembelian perlengkapan tersebut bisa digunakan untuk keperluan lainnya.

Meskipun harganya lebih murah, namun butuh keltatenan untuk merakitnya. Sebab, namanya barang bekas ada beberapa baian yang fungsinya tidak optimal, sehingga perlu dilakukan perbaikan. Itu terlihat, dari awal, hingga akhir perakitan yang ditandai dengam kendaraan bisa dinaiki dibutuhkan waktu sekitar dua bulan. Setelah kendaraan yang dibuat jadi, dirinya langsung mencoba dengan menaikinya, hingga berhasil.

Namun pada pembuatan pertama ada hal yang masih kurang. Hal itu seperti kendaraan belum bisa bergerak mundur, hingga pengangkatan gerobak masih dilakukan secara manual. Untuk itu berdasarkan saran rekan- rekannya tersebut dirinya menyempurnakan kendaraan buatannya, hingga bisa berjalan mundur, jua bak batu bisa mengangkat sendiri layaknya dump truk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

42 + = 52