Connect with us

Banyuwangi

Maulid Datang, Pengrajin Dadakan Kembang Telur Mulai Kebanjiran Pesanan

Diterbitkan

pada

Banyuwangi – Perayaan Hari Raya Maulid yang datang pada 18 Oktober nanti. Membuat sebagian pengrajin dadakan kembang telur, mulai kebanjiran orderan. Terhitung sejak satu minggu sebelumnya, mereka sudah membuat, untuk mengantisipasi lonjakan permintaan. Meski sebagian pengrajin mengaku pesanan tidak sebanyak perayaan sebelum pandemi. Namun mereka optimis jika tahun ini omzetnya akan sedikit terdongkrak.

Sebagian pedagang di Pasar Gendoh, Kecamatan Sempu, mulai memenuhi stand jualan mereka dengan kembang telur. Atau yang familiar orang Banyuwangi sebut, kembang endog endogan. Lapak yang semula berisi baju atau sembako. Kini mulai di sesaki dengan kembang telur. Momen datangnya perayaan maulid inilah, yang membuat pengrajin dadakan kembang telur mulai kebanjiran orderan. Ibu Jumaati misalnya, wanita asal Dusun Klontang, Desa Gendoh ini, sudah jadi pengrajin kembang telur dadakan sejak 4 tahun yang lalu. Lapak yang biasanya di isi baju dewasa serta anak. Kini mulai tersesaki dengan ratusan kembang telur yang sengaja ia buat sembari menunggu pembeli.

Bersama dengan sang kakak, kembang telur berbagai model di buat setiap harinya. Terhitung sejak awal bulan, ia sudah memacu tangan untuk membuat ribuan kembang telur yang sudah di order oleh para pembeli yang rata rata di jual kembali kepada konsumen. Bahkan 2 atau 3 bulan sebelumnya, ibu Jumaati sudah membuat kembang telur, untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan permintaan, meski awalnya sempat takut jika perayaan kembang telur tidak diizinkan.

Harga yang ditawarkan pun  bervariasi, mulai dari Rp. 30.000 perseratus biji untuk yang kualitas standart, sampai dengan Rp. 80.000, per seratus biji untuk yang kualitas premium, tergantung untuk dijual kembali ataupun jumlah pembelian.

Lantaran sudah memiliki pelanggan tetap, dirinya tidak pernah kebingungan dalam memasarkan produk miliknya, terhitung sudah ada 9 toko yang sudah menjadi pelanggan,  selama event maulid datang. Meskipun pendapatannya masih menurun dari sebelum pandemi, namun ibu Jumaati yakin, jika tahun ini omzetnya sedikit terdongkrak, dengan menurunya status PPKM di Banyuwangi. (aw)

Continue Reading
Advertisement

Banyuwangi

Seorang Remaja Laki Laki Nekat Mengakhiri Hidupnya Dengan Cara Gantung Diri

Diterbitkan

pada

Alat yang digunakan bunuh diri. Dok: Agus Win.

Banyuwangi – Seorang remaja, asal Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dalam kamarnya, pada Rabu pagi. Korban yang masih duduk di bangku madrasah aliyah tersebut tertemukan dalam kondisi leher terikat tambang kecil atau nilon. Yang pertama kali mengetahui hal kejadian tersebut adalah oleh orang tuanya. Meski sempat mereka bawa ke puskesmas, namun nyawa korban tidak dapat tertolong.

AF (18) tertemukan gantung diri oleh orang tua kandungnya pada rabu pagi, sekira pukul 4 lebih 10 menit. Korban yang merupakan santri pondok pesantren terkemuka di wilayah Kediri tersebut, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara melilitkan lehernya dengan tambang kecil di dekat pintu cendela kamarnya sendiri. Sang ibu mengetahui kejadian saat hendak menyapu kamar anaknya. Ibu sekaligus ingin membangunkannya untuk menjalankan sholat shubuh. Namun, sang ibu kaget ketika melihat putranya sudah dalam keadaan leher terikat tali.

Di mata kakeknya, AF sendiri, merupakan cucu dengan kepribadian yang taat, serta tekun beribadah. Tidak ada gelagat mencurigakan, saat terakhir bertemu, sehari sebelum AF ditemukan gantung diri di kamarnya. Namun menurutnya,  dalam 15 hari belakangan ini, seusai pulang dari pesantren, AF cenderung menjadi sosok yang pendiam.

Selain itu, dari pengakuan orang tua korban kepada pihak kepolisian, diduga AF nekat gantung diri, lantaran sudah merasa tidak betah tinggal di pondok pesantren, mengingat saat diminta kembali ke pondok, dirinya terus menunda  keberangkatannya. (aw)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: