Connect with us

Jawa Timur

Malang Lahirkan 2000 Petani Milenial

Diterbitkan

pada

Jatim – Kabupaten Malang menjadi salah satu dari 4 kabupaten di Jawa Timur yang menerima program pemerintah YESS (Youth Enterpreneurship and Employment Support Services). Targetnya hadir 2000 petani milenial dari Kota Apel ini.

Program YESS menjadi bagian upaya pemerintah melalui Kementrian Pertanian bekerjasama dengan IFAD (International Fund for Agricultural Development). Tim tersebut mempunyai cita-cita untuk menciptakan wirausahawan muda yang milennial tangguh, mandiri dan berkualitas. Awal Oktober 2021 ini, pekik semangat dan kiprah petani milenial mulai terasa di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Program YESS di kabupaten Malang ini berkolaborasi dengan Dinas Tanaman Pangan hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) beserta dinas terkait untuk dapat menyukseskan harapan mulia ini.

Komando oleh Dr Budiar M.Si selaku kepala dinas, maka sudah siap beberapa trainer untuk melatih generasi muda ini. Trainer trainer ini berasal dari lembaga yang berkompeten. Mereke memberikan materi materi.

Adapun jumlah petani muda yang terlatih pada tahun 2021 ini khusus di Kabupaten Malang hampir berjumlah 2000 orang. Terbagi dalam beberapa tahap kegiatan program. Program ini mempunyai jadwal yang tersusun dengan baik. Tiap jadwal mempunyai modul materi yang tersampaikan agar generasi muda mempunyai wawasan dan pengetahuan tentang wirausahawan muda. Nantinya sebagai job creator dan job seeker baik untuk pribadi ataupun untuk orang lain.

15 BDSP terdiri dari BPP (Balai Penyuluhan Pertanian), P4S (Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya), BLK (Balai Latihan Kerja), PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu). Kemudian lembaga pelatihan lainnya yang dinas atau instansi miliki terkait lainnya.

PLUT kabupaten Malang sendiri yang dipimpin Fakhrudin Ali Ahmad terpilih menjadi lokasi. Hal tersebut karena PLUT sendiri merupakan sentra UMKM yang mempunyai 5 unit kegiatan yang bersentuhan langsung dengan UMKM yang ada di kabupaten Malang. (jal)

Continue Reading
Advertisement

Jawa Timur

Terjun di Zona Merah, Tim Gabungan BPBD Kediri Berhasil Evakuasi Korban

Diterbitkan

pada

Sumber : Hasil tangkap layar Youtube Redaksi Madu TV

Lumajang – Tim Gabungan Relawan BPBD Kota Kediri diterjunkan di zona merah pasca erupsi Gunung Semeru di Lumajang. Sebelum keberangkatan, tim menggelar apel pemberangkatan tim SAR penyisiran dan evakuasi korban erupsi Gunung Semeru Senin (6/12) di lapangan Desa Sumberwuluh. Tim SAR gabungan terdiri dari TNI, POLRI dan Relawan.

Pencarian korban difokuskan di zona merah Gladak Perak yang mengalami kerusakan paling parah. Di mana jembatan putus dan jalan tertutup material longsoran letusan.

Basarnas memberikan tugas kepada Tim Gabungan Relawan BPBD Kota untuk melakukan proses evakuasi di ring zona merah Gladak Perak karena daerah tersebut rawan luncuran lahar dingin awan panas dan longsoran material letusan.

Ketua DPD PEKAT IB, Roy Kurnia Irawan mengatakan, mereka melakukan proses evakuasi di zona merah. Setelah sampai di lokasi, tim langsung melakukan proses penyisiran dari rumah ke rumah mencari korban yang mungkin belum sempat mengungsi.

Namun, tiba-tiba terjadi luncuran lahar dingin dan awan panas disertai bau belerang. Usai tim melakukan koordinasi dengan Ketua FPRB, Joko/Aji, tim memutuskan membawa sekitar 20 warga (lansia, wanita dan balita) untuk kembali ke posko pengungsi.

Selama dua hari di zona merah tim berhasil mengevakuasi sekitar 30 warga dengan menggunakan ambulance dan mobil evakuasi milik BPBD. (red)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: