Beranda Berita Mahasiswa Teknik Kimia Unibraw Temukan Baterai Lithium Berbahan Dasar Besi Bekas, Berkapasitas...

Mahasiswa Teknik Kimia Unibraw Temukan Baterai Lithium Berbahan Dasar Besi Bekas, Berkapasitas 6 Kali Lebih Besar Dari Baterai Terkini

179
0
Mahasiswa Teknik Kimia Unibraw Temukan Baterai Lithium Berbahan Dasar Besi Bekas, Berkapasitas 6 Kali Lebih Besar Dari Baterai Terkini Teknologi masa kini semakin cepat berkembang. Sebagian besar diantaranya, membutuhkan asupan energi listrik berdaya besar, dan tersimpan di dalam baterai ion lithium yang dituntun semakin kecil ukurannya. Teknologi masa kini semakin cepat berkembang. Sebagian besar diantaranya, membutuhkan asupan energi listrik berdaya besar, dan tersimpan di dalam baterai ion lithium yang dituntun semakin kecil ukuranya. Tantangan jaman inilah, yang kemudian dijawab sekelompok Mahasiswa Universitas Brawijaya, dengan menciptakan sebuah baterai ion lithium. Meski berbahan dasar besi bekas, namun baterai super ini memiliki kapasitas energi listrik 6 kali lebih besar dari baterai pada umumnya, murah serta berukuran kecil. Saat ini, perkebangan baterai ion lithium sebagai salah satu sumber tenaga peralatan rumah tangga, perkantoran, mainan, hingga telepon pintar, semakin pesat dan canggih. Terlebih, penciptaan mobil listrik yang membutuhkan tenaga besar dan bobot ringan, menjadi tantangan para inovator, mencipta baterai bertenaga besar, berukuran mini, serta memiliki nilai produksi rendah. Dan ditangan 3 orang mahasiswa jurusan teknik kimia fakultas teknik Universitas Brawijaya Malang, prasyarat tersebut mampu dilampaui. Tim kecil pimpinan anne dian pavita zari ini lah, teknologi magnetik sangat berpotensi menjadi katup elektroda baterai ion lithium. Selain memiliki kapasitas penyimpanan arus per berat material yang sangat besar, hingga 924 mikro ampere hour per gram, baterai jenis ini dikenal ramah lingkungan, mudah didapat dan berharga murah. Namun karena alasan perbedaan volume yang besar saat penangakpan ion lithium, maka stabilitas siklis serta kapasitas penyimpanan ion lithium material magnetik menjadi sangat buruk. Kondisi inilah yang kemudian coba diperbaiki anne bersama lusia emiliana wahyuningtyas dan riski agung nata utama, mengkombinasikannya dengan balutan karbon. Pemanfaatan yang dihasilkan dari proses kimia besi bekas diharapkan mampu menghasilkan material hybrid, dengan kapasitas penyimpanan arus listrik besar, serta konduktifitas atau penghantaran arus listrik yang tinggi. Salah satu sumber karbon tersebut adalah jenis carbon conductive glue, yang memiliki sifat sumber karbon sekaligus perekat. Komposit berkode kimia FE3O4C ini, selama ini memang dirancang memiliki keunggulan dibandingkan bahan anoda komersial seperti material grafit. Secara teoritis, grafit berkapasitas 372 mikro amper hour per gram. Fakta ini dirasa kurang menunjang kebutuhan perangkat canggih, yang saat ini sudah mulai banyak digunakan dalam kehiudpan masyarakat dan membutuhkan baterai ion lithium berkapasitas penyimpanan listrik berdaya tinggi. Hingga saat ini, tahap pengembangan baterai ion lithium super karya mahasiswa teknik kimia ini, masih terus dilakkukan penyempurnaan. Sangat mungkin dalam waktu dekat, baterai ion lithium berbahan dasar besi bekas ini, dapat segera diproduksi masal. Dihharapkan, hasil penemuan mahasiswa fakultas teknik Universitas Brawiaya Malang ini, mampu menjawab keraguan masyarakat, tentang adanya baterai ringan, berkapasitas penyimpanan besar dan berharga murah, di setiap perangkat lunak atau keras, khususnya gawai telepon pintar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 2 = 6