Longsor Di Ponorogo Rusak Lahan Persawahan, Tidak Menimbulkan Korban Jiwa

107

Ponorogo – Sebuah video amatir yang memperlihatkan detik-detik terjadinya tanah longsor di sebuah area persawahan terasering di Desa Tumpak Pelem, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menjadi viral di media sosial. Dalam video tersebut terlihat material tanah bercampur tanaman padi bergerak dari atas ke bawah, menyebabkan kerusakan pada area tersebut.

Berdasarkan keterangan dari Babinsa Desa Tumpak Pelem Serda Wahyudi, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 4 Mei 2023 sekitar pukul 07.00 WIB. Hal senada diungkapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo yang menjelaskan bahwa tanah longsor terjadi di Dukuh Jabag, RT 01/ RW 02, Desa Tumpakpelem, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo.

Lokasi longsor merupakan lahan produktif milik warga yang ditanami dengan tanaman padi. Longsor terjadi dengan material lumpur yang mengarah ke jembatan dan sungai dukuh setempat. Sebelum terjadinya longsor, beberapa retakan dan sumber air sekitar makhota longsor sudah ditemukan oleh pemilik lahan. Diduga, aliran sumber air masuk ke dalam retakan sehingga membuat tanah menjadi gembur dan akhirnya terjadi longsor.

BPBD Ponorogo mengungkapkan bahwa kejadian longsor ini merusak tanaman padi dan menyumbat sungai. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena jarak titik longsor berada di sekitar 500 meter dari pemukiman warga.

Wilayah Ponorogo dan sekitarnya dilanda hujan deras dalam beberapa hari terakhir. Menyikapi hal ini, Kepala BPBD Kabupaten Ponorogo, Sapto Djatmiko Tjipto Rahardjo dan tim telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan assessment. Tim juga berkordinasi dengan pemangku kebijakan setempat untuk menindaklanjuti peristiwa ini.

Masyarakat diharapkan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan memantau kondisi lingkungan di sekitar mereka terutama pada musim hujan. Dalam situasi seperti ini, pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama dalam melakukan tindakan pencegahan agar dapat menghindari terjadinya bencana yang lebih besar.