Lomba Cipta Kreasi Batik Meriahkan Peringatan Hari Batik Nasional 2023 di Kraksaan, Kabupaten Probolinggo

95

Probolinggo – Peringatan Hari Batik Nasional tahun 2023 semakin meriah dengan adanya Lomba Cipta Kreasi Batik yang digelar di Kantor Perpustakaan Kota Kraksaan. Acara yang diikuti oleh lima puluh peserta ini berhasil menyatukan kalangan pelajar sekolah dan masyarakat umum dalam menyajikan keindahan karya batik mereka.

Peserta lomba mayoritas berasal dari kalangan pelajar sekolah dan masyarakat umum, yang dengan penuh semangat mempresentasikan karya-karya batik mereka. Salah satu sorotan utama adalah kreativitas para pelajar dari SMKN 1 Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, yang mempersembahkan karya-karya batik model parang, batik flora, dan fauna. Corak batik dengan dedaunan dan binatang menghiasi batik-batik mereka, menciptakan keindahan yang memukau.

Tidak hanya batik-batik klasik, banyak juga karya batik turunan batik tulis yang ditampilkan dalam lomba ini. Peserta berhasil menciptakan karya-karya unik seperti batik ikan hiu tutul dan ikan asap, serta karya kreasi lainnya yang memukau mata para penonton.

Mahrus Ali, Ketua Panitia Lomba Batik ini, yang juga seorang pengrajin batik dari Ronggo Mukti, mengungkapkan pentingnya peringatan Hari Batik Nasional sebagai pembelajaran bagi generasi muda, terutama dalam membatik, terutama produk turunan batik tulis. Lebih dari sekadar melestarikan budaya, batik juga berpotensi menjadi nilai ekonomi di tingkat nasional, yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Probolinggo.

“Saat peringatan Hari Batik Nasional ini, kita tidak hanya merayakan warisan budaya leluhur kita, tetapi juga memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk terus mengembangkan seni batik. Dengan semangat dan kreativitas mereka, kita yakin produk batik kita akan terus bersinar di kancah nasional,” kata Mahrus Ali, Ketua Asosiasi Pengrajin Batik Bordir dan Aksesoris Kabupaten Probolinggo.

Lomba Cipta Kreasi Batik ini diikuti oleh peserta usia 15 hingga 23 tahun, dengan sebagian besar peserta berasal dari kalangan pelajar sekolah dan masyarakat umum. Total lima puluh peserta berkompetisi dalam ajang bergengsi ini, memamerkan beragam jenis batik termasuk batik parang, batik flora, dan fauna. Salah satunya adalah batik karya pelajar dari SMAN 1 Kraksaan, yang mendapat perhatian khusus karena keindahan batik model “Hudi” yang mereka hasilkan.

Ketua Asosiasi Pengrajin Batik Bordir dan Aksesoris berharap bahwa melalui lomba ini, para peserta akan terus mengembangkan kemampuan mereka dalam menciptakan karya-karya batik yang baru dan inovatif.