Connect with us

Kediri

Lima Kategori Keluarga yang Tak Dapat Bantuan Dampak Covid-19

Diterbitkan

pada

Kediri (madu.tv)—Walikota Kediri Umumkan Lima Kategori Keluarga yang Tidak Mendapatkan Bantuan Jaring Pengaman Sosial Pandemi Corona.

Untuk mempermudah proses pendataan dan verifikasi bantuan jaring pengaman sosial di masa pandemi corona, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mempermudah sistem dengan membuat kategori masyarakat yang tidak boleh menerima, dan penginputan data dilakukan di kantor kelurahan menggunakan aplikasi yang sudah terintegrasi dengan _database_.

“Ini untuk mempermudah masyarakat, karena kalau kemarin kategori yang kami buat yang boleh menerima, faktanya dampak covid-19 ini begitu luas, banyak profesi dan pekerjaan yang kita pandang mapan juga terdampak, kata Abdullah Abu Bakar,” Rabu (29/4).

“Kami juga sedang membangun aplikasi agar nanti masyarakat juga bisa mengecek, siapa dapat bantuan apa, apakah sudah berada di database BLT atau PKH, jadi semua nanti akan terbaca saat kita input NIK,” tambah Mas Abu.

“Maka akhirnya kami putuskan, siapapun, yang memang berpendapatan dibawah UMR dan mau mengajukan ke kantor kelurahan dengan mengisi keterangan bahwa dia terdampak, akan kami bantu, baik melalui APBD Kota Kediri atau kami masukkan ke bansos tunai Covid-19 dari pusat dan provinsi,” jelasnya.

“Yang pasti di luar kategori ini, dan tidak masuk basis data terpadu (BDT), semua keluarga Kota Kediri bisa mendaftarkan untuk mendapatkan bantuan. Untuk yang masuk dalam BDT, harus sabar dulu. Karena itu wewenang pemerintah pusat untuk mencairkan bantuannya” tutupnya.

Untuk daftar kategori keluarga yang masuk kategori tidak mendapatkan jaring pengaman sosial selama pandemi corona salah satu anggota keluarganya antara lain; 1. PNS, anggota TNI, anggota POLRI (aktif), 2. Pegawai BUMN/BUMD, 3. Pegawai swasta atau profesi dengan gaji/penghasilan diatas UMK, 4. Pensiunan PNS, TNI dan POLRI, 5. Wiraswasta atau pemilik usaha dengan penghasilan di atas UMK.

Saat ini jumlah keluarga Kota Kediri yang masuk basis data terpadu antara lain; 1. Program Keluarga Harapan/Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Reguler: 10.963 keluarga, 2. BPNT Covid-19: 15.441 keluarga, 3. Bansos Tunai Covid-19 : 2.158 keluarga.(bpkom/pen)

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Hukum dan Ham

Rekonstruksi Pembuang Bayi Oleh Ibu Kandungnya

Diterbitkan

pada

Adegan saat pelaksanaan rekonstruksi bayi oleh ibu kandung. Dok: tangkapan layar Redaksi Madu TV.

Kediri – Tim penyidik Polres Kediri Kota, mengelar rekonstruksi ibu yang tega membuang bayinya sendiri. Dalam rekonstruksi tersebut, pelaku memperagakan sebanyak 34 reka adegan. Diawali dengan pelaku melahirkan di dalam kamar mandi rumahnya, menyumpal mulut bayinya hingga pelaku membuangnya ke sungai.

Rekonstruksi pembuang bayi Marsela warga Kelurahan Banjaran Kecamatan Kota Kediri. Dalam rekonstruksi, pelaku memperagakan sebanyak 34 reka adegan.

Pelaku marsela 19 tahun tersebut, tega membunuh bayi kandungnya, karena terduga malu hamil dan melahirkan anak di luar nikah. Pelaku juga tampak menangis saat memperagakan reka adegan bayi kandungan yang ia buang ke Sungai Kresek.

Reka adegan pelaku awali dengan adegan saat pelaku melahirkan di kamar mandi rumahnya. Pelaku yang panik kemudian menyumpal mulut bayi yang baru terlahir dengan plastik pembalut wanita. Setelah bayinya tidak bergerak, pelaku lalu berjalan ke arah sungai kresek dan membuang buah hatinya sendiri ke sungai.

Rekontruksi terlaksana di perumahan polri untuk menghindari kerumunan. Pelaku mendapat jeratan pasal 341 KUHP. Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sekedar diketahui, kasus pembunuhan bayi tersebut terjadi pada sabtu (14/8/2021) yang lalu. Jasad bayi warga temukan mengambang di aliran Sungai Kresek, Yang berada di belakang rumah pelaku. (me)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: