Beranda Berita Lestarikan Tradisi Kampung Coklat Gelar Kirab Tumpeng Ketupat Coklat Lanang-Wadon

Lestarikan Tradisi Kampung Coklat Gelar Kirab Tumpeng Ketupat Coklat Lanang-Wadon

52
0

Lestarikan Tradisi Kampung Coklat Gelar Kirab Tumpeng Ketupat Coklat Lanang-Wadon
Memperingati lebaran ketupat, kampung coklat di Kabupaten Blitar menggelar kirap tumpeng ketupat coklat. Uniknya, ketupat yang dikirab terdiri dari ketupat lanang dan wadon.usai diberi doa oleh tokoh agama, tumpeng ketupat coklat langsung menjadi rebutan pengunjung. Bahkan beberap pengunjung ada yang terjatuh saat berebut tumpeng ketupat coklat.
Inilah iring-iringan tumpeng ketupat lanang, yang diadakan oleh kampung coklat kecamatan kademangan kabupaten blitar. Uniknya, tumpeng ketupat ini terbuat dari coklat. Setelah sampai di depan kampung coklat, tumpeng ketupat coklat ini, disambut oleh tumpeng ketupat coklat wadon. Layaknya ritual pengantin, para pengiring tumpeng juga slaing melempar daun suruh, sebagai simbol slaing menebar kebaikan.
Kemudian, tumpeng coklat dikirab masuk ke dalam lokasi wisata edukasi kampung coklat, dengan diiringi musik rebana. Setelah didoakan oleh sesepuh dan tokoh agama setempat, para pengunjung yang penasaran langsung berebut untuk mendadapatkan tumpeng coklat tersebut.
Untuk menjaga agar para pengunjung semuanya mendapatkan ketupat coklat, oleh panitia tumpeng ketupat coklat kemudian dibawa ke gazebo. Selanjutnya, tumpeng ketupat coklat inipun, dibagikan ke para pengunjung yang tengah mengisi libur lebaran di obyek wisata edukasi itu.
Tumpeng ketupat coklat sengaja digelar, agar tradisi lokal tumpengan ketupat tidak punah, juga sebagai bentuk syukur kepada allah swt, setelah enam hari berpuasa pasca idul fitri. Dalam tumpeng ketupat coklat ini, ada dua ribu ketupat yang terbuat dari coklat, yang nantinya akan diberebutkan pengunjung.
Tumpeng ketupat coklat diadakan sebagai tanda berakhirnya hari raya idul fitri. Arak-arakkan tumpeng coklat ini, rencananya akan dijadikan tradisi tahunan, yang akan digelar setiap tahun sekali, setiap hari ketujuh usai masa lebaran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 26 = 34