Legenda Pedati Mbah Gleyor yang Memili Nilai Historis bagi Masyarakat Kediri

116

Kediri – Masyarakat Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yang bertempat tinggal di Kecamatan Kandat sudah tidak asing lagi dengan nama Cikar Mbah Gleyor.

Cikar atau dalam Bahasa Indonesia disebut pedati. Pedati ini mempunyai banyak cerita yang sangat menarik serta nilai sejarah kuat di wilayah Kabupaten Kediri.

Sejarah Cikar atau Padati Mbah Gleyor dikenal sebagai salah satu alat transportasi untuk mobilitas penduduk zaman dulu. Numun, berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat Desa Kandat, Cikar Mbah Gleyor adalah milik seorang bupati dari Kediri yang memerintah sekitar abad ke 18.

Cerita bermula ketika Cikar itu digunakan bupati untuk lari dari kejaran pasukan Belanda. Tapi saat itu kerbau yang digunakan untuk menarik pedati berhenti.

Cikar yang berjalan gleyor itu berhenti di tengah hutan di wilayah Kandat karena kerbaunya tidak mampu berjalan lagi.

Masyarakat kandat mempercayai bahwa nama desa Kandat berasal dari kata Kandeg yang artinya terhenti. Sementara kerbau yang digunakan untuk menarik meninggal di desa yang sekarang dikenal dengan Dukuh Patilaler Desa Deyeng. (me)