Beranda Berita Korban Kerusuhan Aksi 22 Mei Asal Pandeglang Dimakamkan

Korban Kerusuhan Aksi 22 Mei Asal Pandeglang Dimakamkan

42
0

Jenazah warga Pandegelang yang menjadi korban kerusuhan aksi unjuk rasa 22 Mei 2019, Abdul Aziz tiba di rumah duka di Desa Rocek, Kecamatan Cimanuk, Pandegelang, Banten pada Selasa malam (22/5). Usai disholatkan, jenazah dimakamkan dan dihantar oleh bupati pandeglang irna narulita, kapolres dan dandim 0601 pandeglang. Keluarga korban tidak menyangka jika abdul aziz ikut dalam unjuk rasa itu. Almarhum sebelumnya berpamitan hendak ke rumah salah satu kakaknya yang tinggal di Jatinegara, Jakarta. Suasana duka nampak terlihat di rumah keluarga Abdul Aziz yang berada Desa Rocek, Kecamatan Cimanuk Pandeglang, Banten. Abdul Aziz, adalah anak ketiga pasangan Johari dan anah, ia merupakan satu dari enam korban meninggal dunia akibat kerusuhan aksi unjuk rasa menolak hasil rekapitulasi perhitungan suara pemilu 2019, pada Selasa dini hari. Orang tua Aziz juga tidak menyangka, Aziz ikut dalam kegiatan tersebut, karena sampai saat ini Aziz tidak pernah ikut dalam organisasi manapun. Sehari-harinya Aziz merupakan seorang santri di salah satu pesantren di Kuningan Jawa Barat. Johari – Orang Tua Abdul Azis, “Dipesantren, kan pulang dulu, libur sebulan ngaji ama kyai, kemarin berangkat ke jakarta sendiri, pingin jenguk adek asama abang, mau bantuin jualan. Tak ada niat untuk aksi demo Selasa malam, jenazah Abdul Aziz tiba di rumah duka.” Pihak keluarga langsung memakamkan jenazah abdul aziz, setelah sebelumnya melakukan sholat jenazah. Kapolres Pandeglang yang berada di rumah duka menghantarkan langsung jenazah Abdul Aziz hingga pemakaman di dampingi dandim 0601 dan Bupati Pandeglang Irna Narulita. Menurut pihak keluarga, tim dokter di rumah sakit kramat jati sudah melakukan otopsi terhadap korban. Dari informasi yang didapat,, korban mengalami luka pada bagian tangan dan dada. Anjas – Kaka Korban, “Daripihak dokter ga dikasih tau paling dikasih surat keterangan. Kalau dokter bilangnya cuma gas air mata. Tapi kan tadi pas dibua kepala nya bocor. Kalau soal jalur hukum mah itu maslah nanti lah.kalau sekarang mah belum bisangomong apa apa.” Untuk meringankan beban keluarga, kapolres pandeglang berencana akan menanggung biaya yang dibutuhkan selama keluarga menggelar tahlilan untuk mendoakan almarhum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

91 − 83 =