Connect with us

Hukum dan Ham

Ketua DPD RI Dukung Kapolri Tindak Pinjaman Daring Ilegal

“ pinjaman daring ilegal nyaris tak terkendali. Diperkirakan jumlahnya mencapai ratusan lembaga ”

Diterbitkan

pada

Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti. ANTARA/HO-DPD RI

Surabaya – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mendukung langkah Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang menginstruksikan jajarannya untuk menindak tegas lembaga pinjaman daring/online (pinjol) ilegal, karena secara nyata merugikan masyarakat.

“Saya mendukung penuh Polri secepatnya menindak tegas penyelenggara financial technology peer to peer lending atau biasa dikenal pinjaman online (pinjol) ilegal yang sangat merugikan masyarakat,” kata La Nyalla di sela reses, di Jawa Timur, Rabu.

Senator asal Jawa Timur itu menilai, pinjaman daring ilegal nyaris tak terkendali. Diperkirakan jumlahnya mencapai ratusan lembaga. Mereka tak kenal lelah menyasar masyarakat, baik melalui SMS maupun telepon.

“Korban pinjaman daring ilegal ini sudah sangat banyak, dan bahkan mereka mengalami tindak kekerasan. Awalnya, mereka menawarkan pinjaman mudah tanpa agunan dengan durasi pengembalian yang cepat. Setelah itu, lalu meneror jika nasabah yang lambat atau tidak mampu membayar,” ujar La Nyalla.

Informasi yang diterima DPD RI, selain meneror, mereka juga melakukan ancaman disertai kekerasan. sehingga telah banyak warga menjadi korban.

“Tentu hal ini sangat meresahkan dan harus segera ditindak tegas,” kata La Nyalla.

La Nyalla meminta masyarakat korban pinjaman daring untuk melapor kepada pihak berwajib. Pada saat yang sama, meminta polisi responsif dan bertindak cepat meneruskan laporan masyarakat yang menjadi korban tersebut.

Dari data yang dihimpunnya, hingga Oktober 2021, Polri mencatat 370 laporan terkait kejahatan pinjaman daring Ilegal.

“Saya melihat ini adalah fenomena gunung es. Jumlah kasus yang sebenarnya bisa jadi sangat banyak, namun masyarakat korban pinjaman online ilegal memilih untuk tidak melapor karena dirasa setelah melapor tidak ada jalan keluar yang dapat ditempuh atas permasalahan yang mereka alami,” kata La Nyalla.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian untuk menindak tegas penyelenggara financial technology peer to peer lending atau biasa dikenal pinjaman online (pinjol) ilegal yang telah merugikan masyarakat.

Tindak tegas itu, kata Sigit, juga merupakan instruksi langsung dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi).(*)

Continue Reading
Advertisement

Hukum dan Ham

Polres Kota Batu Jatim Mengungkap Motif Penganiayaan Balita

“Korban dianggap sebagai beban, karena bukan anak biologis pelaku.”

Diterbitkan

pada

Kapolres Batu AKBP I Nyoman Yogi Hermawan (tengah) pada saat melakukan jumpa pers terkait kasus penganiayaan balita, di Kota Batu, Jawa Timur, Rabu (27/10/2021). ANTARA/Vicki Febrianto

Kota Batu – Kepolisian Resor (Polres) Kota Batu berhasil mengungkap motif dibalik kasus penganiayaan seorang balita di wilayah Kota Batu, Jawa Timur (jatim) dengan seorang tersangka berinisial WK (26) .

Kapolres Batu AKBP I Nyoman Yogi Hermawan, di Kota Batu, Jawa Timur, Rabu, mengatakan bahwa motif di balik penganiayaan balita berusia 2,5 tahun tersebut adalah terkait dengan faktor ekonomi, karena sang balita dianggap sebagai beban.

“Motif tersangka, karena ekonomi. Korban dianggap sebagai beban, karena bukan anak biologis pelaku,” kata Yogi.

Yogi menjelaskan, selain motif masalah perekonomian tersebut, pelaku juga selalu merasa kesal dengan sang balita, karena korban sering rewel. Kemudian, latar belakang lain adalah pelaku juga memiliki permasalahan dengan ibu balita yang berusia 19 tahun tersebut.

Pelaku, katanya pula, merupakan kekasih atau calon suami dari ibu korban. Keduanya telah tinggal bersama mulai Agustus 2021. Penganiayaan kepada sang bayi tersebut, ditengarai telah dilakukan tersangka WK sejak mereka tinggal bersama.

“Rencananya, tersangka akan menikahi ibu korban dalam waktu dekat. Sehingga mereka sudah tinggal satu rumah sejak Agustus 2021. Penganiayaan itu juga dilakukan mulai Agustus,” katanya lagi.

Tersangka dengan ibu korban dalam waktu dekat akan menikah, sehingga mereka tinggal satu rumah. Mulai Agustus melakukan kekerasan. Tersangka beberapa kali melakukan penganiayaan, dan kali ini yang paling parah, kata dia pula.

Berdasarkan hasil visum yang diterima Polres Kota Batu, korban mengalami luka di sekujur tubuhnya. Korban mengalami luka bakar akibat disiram air panas, luka bekas sundutan rokok, dan bekas gigitan pada jari-jari korban.

“Saat ini korban masih dirawat di rumah sakit, dan didampingi oleh petugas medis, termasuk pemulihan untuk trauma healing,” ujarnya.

Petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa bak plastik yang digunakan untuk memandikan korban, gayung yang dipergunakan untuk menyiram air panas, dan panci kecil yang dipergunakan untuk merebus air.

Kejadian yang dilakukan tersangka sejak Agustus 2021 tersebut, tidak dilaporkan kepada pihak berwajib oleh sang ibu. Sang ibu tertekan akibat kejadian penganiayaan yang menimpa anaknya tersebut, dan merasa takut tidak dinikahi oleh tersangka.

“Ibu tidak melapor karena merasa tertekan, dan takut tidak dinikahi oleh tersangka,” katanya pula.

Polisi berhasil menangkap tersangka usai mendapatkan laporan dari paman korban. Paman korban melaporkan kasus penganiayaan balita tersebut pada Sabtu (23/10), dan kemudian pelaku ditangkap pada Minggu (25/10).

“Dalam waktu 1×24 jam, pelaku berhasil kami tangkap,” katanya lagi.

Pelaku dijerat dengan Pasal 80 ayat 2 juncto 76c UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002, yang telah diubah UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana penjara maksimal lima tahun.(antara/*)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: