Beranda Berita Kerajinan Gantungan Kunci Wayang Kulit Dari Sisa Kulit Simpingan Wayang

Kerajinan Gantungan Kunci Wayang Kulit Dari Sisa Kulit Simpingan Wayang

86
0

Memanfaatkan sisa kulit yang tidak terpakai lagi, setelah di buat simpingan wayang kulit, oleh seorang juru sungging, atau perajin wayang kulit di Tulungagung, Jawa Timur, di buat kerajinan gantungan kunci wayang kulit, yang bentuknya mirip dengan wayang kulit aslinya. Tidak hanya dari tulungagung saja, pesanan gantungan kunci, juga banyak di pesan dari berbagai kota di Jawa Timur, sebagai souvenir. Hanya menempati disebuah teras rumah, Lamuni, seorang juru sungging, atau perajin wayang kulit, di Desa Jatimulyo, Kecamatan Kauman, Tulungagung, Jawa Timur, mengerjakan pesanan wayang kulit, sebagai hiasan dinding, maupun untuk pertunjukan, atau juga dalam bahasa pewayangan, di sebut simpingan. Sisa kulit, setelah di buat simpingan wayang kulit inilah, oleh lamuni dijadikan bahan untuk membuat kerajinan gantungan kunci bertema tokoh-tokoh dalam dunia wayang kulit. Membuat kerajinan gantungan kunci ini, untuk mengisi waktu luang, di saat tidak mengerjakan pesanan simpingan wayang kulit. Kulit kambing, sapi, ataupun kerbau yang telah di samak, dengan ukuran yang tidak beraturan, setelah di buat simpingan wayang kulit, oleh lamuni, di gambar atau di mal berbagai jenis karakter tokoh wayang kulit. Meski hanya ukurannya relatif kecil, namun kulit yang telah di mal tersebut, pengerjaan hampir sama dengan wayang berukuran besar, tetapi tidak di pahat, atau di tatah hingga detail. Meski telah lama menjadi juru sungging wayang kulit, dan nyaris tidak ada kesulitan dalam menyelesaikan pesanan wayang kulit, namun dalam membuat wayang kulit untuk gantungan kunci dengan ukuran yang relatif kecil, lamuni, mengalami kesulitan, saat proses mewarnai. Karena cat yang dioleskan pada kulit tersebut, di tuntut harus sama dengan wayang kulit ukuran besar, sehingga akan tetap nampak ketokohan wayang yang di buat. Menurut lamuni, ide membuat gantungan kunci tokoh wayang kulit, berawal saat temannya memesan wayang berukuran kecil yang digunakan untuk gantungan kunci. Gantungan kunci yang di nilai unik, dan banyak penggemarnya, akhir memberanikan diri, membuat gantungan kunci wayang kulit, dengan berbagai macam karakter tokoh pewayangan. Kini, gantungan kunci wayang kulit, hasil pahatan lamuni, banyak di pesan dari berbagai kota disekitar Tulungagung, yakni Kediri, Blitar, Nganjuk, dan Trenggalek, bahkan pesanan juga datang dari bali, yang digunakan sebagai souvenir. Satu buah gantungan kunci wayang kulit, oleh lamuni, rata-rata di benderol 30 ribu rupiah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

9 + 1 =