Connect with us

Hukum & HAM

Kemampuan Taiwan Perangi Kejahatan Siber Era Pascapandemi

“Taiwan membutuhkan dukungan dunia. Taiwan bersedia dan mampu membantu dunia dengan berbagi pengalamannya.”

Diterbitkan

pada

Ilustrasi - Seorang pria bertudung memegang laptop. ANTARA/Reuters.

Taiwan – Pada tahun 2020, pandemi COVID-19 melanda sebagian besar dunia. Pada pertengahan Mei 2021, Republic of China (Taiwan) mendadak mengalami peningkatan jumlah kasus.

Ketika Taiwan sangat membutuhkan bantuan, mitra seperti Amerika Serikat, Jepang, Lithuania, Republik Ceko, Slovakia, dan Polandia, serta Fasilitas COVAX –mekanisme alokasi global untuk vaksin COVID-19– segera berjanji untuk menyumbangkan atau memberikan vaksin ke Taiwan, sehingga Taiwan secara bertahap dapat mengendalikan pandemi.

Ini adalah bukti upaya bersama internasional untuk mengatasi tantangan serius yang ditimbulkan oleh pandemi. Upaya bersama ini juga diperlukan untuk mengatasi meningkatnya kejahatan dunia maya internasional di era pascapandemi, dan Taiwan bersedia menjadi bagian dari upaya itu.

Halaman selanjutnya….>>>

Laman: 1 2 3 4

Continue Reading
Advertisement

HAM

Perjuangan Mahasiswa India Lawan Diskriminasi Kasta Naikkan Asa Dalit

“Kesedihan masih ada di hati saya … saya tidak bisa melepaskannya”

Diterbitkan

pada

Arsip - Warga India dari kasta Dalit meneriakkan slogan-sloan saat menggelar aksi protes di Mumbai, India, Januari 2018. (ANTARA/Reuters/as)

Chennai, India – Dirisak oleh staf akademik, dilarang memasuki laboratorium universitas dan bahkan ditolak menduduki kursi, Deepa P. Mohanan putus asa untuk dapat menyelesaikan PhD-nya sebagai wanita India kasta rendah. Tapi kemudian dia memutuskan untuk melawan.

Mohanan, yang meneliti pengobatan nano, menjadi gadis yang sosoknya terpampang di poster bagi puluhan ribu sesama mahasiswa Dalit ketika dia melakukan mogok makan untuk memprotes diskriminasi dan berhasil memaksa otoritas universitas memberikan janji reformasi.

“Saya sangat ingin menyelesaikan PhD saya dan menyadari bahwa itu tidak akan mungkin sampai saya secara terbuka menyerukan penghapusan diskriminasi kampus yang saya hadapi selama bertahun-tahun,” kata Mohanan, 36, dalam sebuah wawancara telepon dari rumahnya di Kottayam di India selatan.

Mohanan mengakhiri mogok makan 11 harinya awal bulan ini setelah kepala Pusat Nanosains dan Nanoteknologi Universitas Internasional dan Antar Universitas Mahatma Gandhi diberhentikan menyusul keluhannya.

Universitas itu juga telah membentuk sebuah komite di bawah wakil rektor untuk menyelidiki tuduhannya, yang menurut para aktivis hak asasi mencerminkan diskriminasi yang merajalela terhadap mahasiswa kasta rendah di kampus-kampus di seluruh negara berpenduduk 1,3 miliar orang itu.

200 juta orang dari kasta Dalit India, yang berada di anak tangga terbawah dari hierarki kasta kuno, masih berjuang untuk mengakses pendidikan dan pekerjaan enam dekade setelah India melarang diskriminasi berbasis kasta dan memperkenalkan kuota minimum untuk meningkatkan perwakilan mereka.

“Diskriminasi kasta sangat lazim di kampus … ruang kelas telah menjadi ruang yang mengerikan,” kata Jenny Rowena, seorang profesor bahasa Inggris di Universitas Delhi.

Rowena, yang berkontribusi pada Saluran YouTube yang mendokumentasikan pengalaman Dalit dan komunitas terpinggirkan lainnya, mengatakan banyak siswa Dalit bolos kelas untuk menghindari dipermalukan atau putus sekolah sama sekali – memperburuk keterwakilan mereka.

Data pendidikan tinggi pemerintah menunjukkan pendaftaran siswa dari komunitas yang terpinggirkan atau kasta rendah pada 2019-20 adalah 14,7 persen dari semua siswa berusia 18-23, yang tak memenuhi kuota yang diamanatkan sebesar 15 persen di banyak bidang studi.

Perjuangan Sehari-hari….>>>

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: