Beranda Berita Kejurprov Catur Ajang Seleksi Bagi Pecatur Jawa Timur Untuk Kejurnas Di Maluku

Kejurprov Catur Ajang Seleksi Bagi Pecatur Jawa Timur Untuk Kejurnas Di Maluku

121
0

Ratusan pecatur senior dan yunior putra-putri dari 37 kota dan Kabupaten di Jawa Timur, selama 4 hari berturut-turut, dari tanggal 12 hingga 16 Juni, mengikuti kejuaraan provinsi, kejurprov, catur ke-52 Jatim, di Gor Lembupeteng, Tulungagung. Kejurprov catur ini, sebagai agenda tahunan dari pengprov percasi Jawa Timur, untuk seleksi kejurnas di Maluku, di bulan Oktober mendatang, dengan target juara umum.
776 pecatur senior putra-putri, dan yunior putra-putri kelas A hingga G, dari 37 kota dan kabupaten di Jawa Timur, minus Kabupaten Ponorogo, mengikuti kejurprov catur ke-52 Jatim, di Gor Lembupeteng Tulungagung, yang di gelar selama 4 hari berturut-turut, dari tanggal 12 hingga Juni. Kejurprov catur, merupakan agenda tahunan pengurus provinsi persatuan catur seluruh Indonesia Jawa Timur, dalam pertandingannya menggunakan peraturan sistem swiss, di mana seorang pecatur harus bertanding sebanyak 7 kali, dan setiap babak, pecatur yang menang akan mendapat 1 poin. Selain mencari bibit-bibit muda catur yang potensial Jawa Timur, kejurprov catur ini, juga sebagai ajang seleksi kerjuaraan nasional catur, yang akan di gelar pada bulan Oktober, di Maluku.
Dari seluruh kelas yang dipertandingkan dalam kejurprov ini, hanya pecatur dengan poin tertinggi, yang berhak lolos mewakili provinsi Jawa Timur, dalam kejurnas mendatang. Namun tidak menutup kemungkinan bagi pecatur yang memiliki rangking 2 hingga 5 di kejurprov ini, masih bisa mengikuti kejurnas dengan biaya mandiri. Jawa Timur, dalam kejurnas catur di Maluku mendatang, memasang target tinggi, yakni mempertahankan juara umum, karena dalam dua tahun berturut-turut, dapat dipertahankan predikat juara umum, yakni tahun 2017 di Jawa Barat, dan tahun 2018 di Aceh. Untuk kejurprov 2019 ini, Jawa Timur juga mentargetkan minimal mendapat 6 mendali emas, dan para pecatur di kelompok yunior kelas G, usia 7 tahun, dan kelas F, usia 9 tahun, putra-putri, menjadi andalan pengumpul mendali emas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

74 + = 84