Kediri – Masyarakat yang hendak mengisi ulang tabung oksigen medis merasa kecewa. Pasalnya, pihak stasiun pengisian oksigen memberlakukan aturan baru dengan bayar melalui tranfer bank. Selain membayar lewat tranfer E-Bank, warga juga mengeluhkan proses pengisian oksigen yang molor hingga berjam-jam.
Saat warga hendak mengisi tabung gas oksigen, mereka antre hingga berjam-jam. Molornya antrean dipengisian stasiun PT. Samator, hingga satu jam lebih, membuat masyarakat sangat kecewa. Selain itu, masyarakat yang ingin mengisi oksigen juga kecewa karena surat dari desa menuai penolakan oleh petugas. Mereka harus pontang-panting lagi karena harus melakukan tranfer bank. Sehingga, banyak yang saling bahu membahu pinjaman E-Banking antar para pengantre. Mereka harus mengeluarkan kocek lebih akibat biaya tranfer beda.
Sempat terjadi adu mulut antara pihak stasiun pengisian oksigen dengan warga yang mengantre, karena tabung besar yang mereka bawa tidak berasal dari lokasi pengisian. Namun demikian, dengan segala upaya akhirnya petugas membolehkan, dengan harus memberikan sejumlah konsekuensi aturan dari pihak samator.
Dari pantuan di lokasi, masyarakat mulai mengambil antrean nomor sekitar pukul 07.00 WIB. Sedangkan pelayanannya sekitar pukul 08.00 WIB. Warga yang hendak mengisi ulang oksigen di PT Samator masih harus menunggu karenaa molor satu jam lebih.
Sementara itu, Bambang Kepala Cabang PTSamator Kediri mengaku bahwa untuk aturan yang berlaku ini sesuai dengan intruksi dari top managemen. Pembayaran secara cashless, agar menekan atau meminimalkan resiko penyebaran Covid melalui uang. Namun demikian, kondisi ini berbanding terbalik dari pantauan berkerumunnya antrean warga akibat pelayanan yang molor dan tenaga pelayanan yang terbatas. (me)







