Connect with us

Jawa Timur

Kediri – Penyembelihan Hewan Kurban Saat PPKM Darurat Sesuai Prokes

Diterbitkan

pada

Kediri – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dalam perayaan Hari Raya Iduladha 1442 Hijriyah. Panitia pelaksana penyembelihan hewan kurban menerapkan protokol kesehatan pada saat pelaksanaan pemotongan.  Hari ini seluruh umat islam merayakan Hari Raya Iduladha atau Hari Raya Kurban. Di Masjid Al Arofah Kelurahan Bandar Kidul, Kota Kediri, masyarakat setempat merayakan hari Iduladha 1442 Hijriyah.

Dari keterangan ketua panitia, pelaksanaan kurban tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pada perayaan Iduladha 1442 Hijriah. Ada 2 ekor sapi dan 5 kambing, yang siap potong. Panitia membagikan dagingnya  kepada masyarakat sekitar Masjid Al Arofah Kelurahan Bandar Kidul, Kota Kediri.

Sebelumnya, dari pihak kelurahan melalui Bhabinkamtibmas telah memberikan sosialisasi. Khususnya tentang tata cara pelaksanaan kurban di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Dalam penerapan protokol kesehatan, pihak panitia menyediakan handsinitizer, tempat cuci tangan, dan mengenakan masker saat pemotongan dan pembagian daging kepada masyarakat, serta tidak menimbulkan kerumunan massa. Ini terkoordinir oleh RT masing-masing.

Sementara perayaan Iduladha 1442 Hijriyah tahun 2021, di Dusun Terate, Desa Pagu, Kecamatan Wates, jemaah musala setempat juga melaksanakan penyembelihan hewan kurban.

Proses perayaan Iduladha berdasarkan Surat Edaran nomor 17 tahun 2021 tentang peniadaan sementara peribadatan di tempat ibadah, malam takbiran, Sholat Idul Adha. Petunjuk teknis pelaksanaan kurban 1442 hijriyah tahun 2021 di masa PPKM Darurat sudah jelas dari kementerian agama. (me)

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Jawa Timur

Terjun di Zona Merah, Tim Gabungan BPBD Kediri Berhasil Evakuasi Korban

Diterbitkan

pada

Sumber : Hasil tangkap layar Youtube Redaksi Madu TV

Lumajang – Tim Gabungan Relawan BPBD Kota Kediri diterjunkan di zona merah pasca erupsi Gunung Semeru di Lumajang. Sebelum keberangkatan, tim menggelar apel pemberangkatan tim SAR penyisiran dan evakuasi korban erupsi Gunung Semeru Senin (6/12) di lapangan Desa Sumberwuluh. Tim SAR gabungan terdiri dari TNI, POLRI dan Relawan.

Pencarian korban difokuskan di zona merah Gladak Perak yang mengalami kerusakan paling parah. Di mana jembatan putus dan jalan tertutup material longsoran letusan.

Basarnas memberikan tugas kepada Tim Gabungan Relawan BPBD Kota untuk melakukan proses evakuasi di ring zona merah Gladak Perak karena daerah tersebut rawan luncuran lahar dingin awan panas dan longsoran material letusan.

Ketua DPD PEKAT IB, Roy Kurnia Irawan mengatakan, mereka melakukan proses evakuasi di zona merah. Setelah sampai di lokasi, tim langsung melakukan proses penyisiran dari rumah ke rumah mencari korban yang mungkin belum sempat mengungsi.

Namun, tiba-tiba terjadi luncuran lahar dingin dan awan panas disertai bau belerang. Usai tim melakukan koordinasi dengan Ketua FPRB, Joko/Aji, tim memutuskan membawa sekitar 20 warga (lansia, wanita dan balita) untuk kembali ke posko pengungsi.

Selama dua hari di zona merah tim berhasil mengevakuasi sekitar 30 warga dengan menggunakan ambulance dan mobil evakuasi milik BPBD. (red)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: