KEDIRI – Memberdayakan Masyarakat Sekitar Petani Di Kediri Berhasil Tanam Organik

KEDIRI – Memberdayakan Masyarakat Sekitar Petani Di Kediri Berhasil Tanam Organik

 

Sebuah komunitas petani di kabupaten Kediri, berhasil mengembangkan tanaman organik. Dengan memberdayakan masyarakat sekitar, petani ini mampu menghasilkan berbagai tanaman organik.

 

Gubug Lazaris yang berada di desa Sambirejo kecamatan Pare kabupaten Kediri. Lazaris ini merupakan komunitas petani yang membudidayakan tanaman organik. Bahkan untuk pupuk dan pembasmi hama, komunitas ini juga membuat sendiri dari kotoran hewan yang difermentasi. Dengan memanfaatkan lahan pertanian seluas dua koma lima hektare, komunitas petani Lazaris ini menanami seluruh areal lahan dengan tanaman organik, yang dihasilkan melalui proses budidaya organik tanpa menggunakan pupuk dan pestisida kimia, sehingga ramah lingkungan.

 

Selain dapat mengelola pertanian secara sehat dan menghasilkan tanaman pangan yang sehat, komunitas Lazaris ini juga ikut melestarikan lingkungan

Hidup. Karena dengan sistem organik, dapat memperbaiki struktur dan kesuburan tanah, serta membangun ekosistem yang berkelanjutan.

 

Salah-satu pembeli dan juga pelanggan tetap Gubug Lazaris mengaku, ia dan keluarganya sering membeli beras organik. Meski harganya lebih mahal dibandingkan dengan beras di pasaran, namun untuk kesehatan ia dan keluarganya tetap memilih dan mengkonsumsi beras organik.

 

Meski baru berdiri pada tahun 2007, namun Gubug Lazaris ini bertekad menjadi petani mandiri. Yakni semua proses dilakukan secara mandiri. Seperti pengadaan benih, proses tanam, sampai panen dan pemasaran semua dikelola sendiri. Untuk beras putih dijual 20 ribu perkilonya, dan beras merah 25 ribu perkilonya. Sementara untuk sayuran 20 ribu perkilonya.

 

Selain padi, areal 2 koma lima hektar di Gubug Lazaris juga ditanami aneka sayur mayur, jagung, kedelai, sorgum (canthel) pohon nangka, klengkeng, sirsat, blimbing, anggur dan masih banyak lagi. Sedangkan untuk mendapatkan pupuk organiknya, Gubug Lazaris juga memelihara puluhan sapi. Dari kotoran sapi itulah, didapat pupuk organik setelah melalui proses fermentasi.