spot_img
Senin, Maret 9, 2026
Beranda Jawa Timur Kediri – Klaster Hajatan Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Kediri – Klaster Hajatan Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

306

Kediri – Sebuah komplek yang terdiri dari beberapa RT di Kabupaten Kediri harus melakukan lockdown setelah sejumlah warganya terkonfirmasi Covid dan meninggal dunia. Penularan ini terduga berasal dari klaster hajatan. Lantaran puluhan warga yang pulang dari lokasi mengalami gejala menyerupai Covid. Polsek dan satgas maupun puskesmas setempat menyalurkan bantuan serta memberikan motivasi untuk trauma healing.

Polsek Puncu, satgas Covid-19 Desa Gadungan, serta puskesmas setempat bersama-sama melakukan pemantauan dan memberikan bantuan di kawasan komplek perumahan yang terdiri dari beberapa RT di Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, yang harus melakukan mikro lockdown hingga saat ini. Pasalnya tiga orang warga terkonfirmasi positif dan dua orang telah meninggal dunia akibat Covid-19 beberapa hari lalu.

Kuat dugaan penyebaran Covid di lingkungan warga ini berasal dari klaster hajatan. Pasalnya sebanyak 48 warga terpapar sakit dengan gejala menyerupai Covid 19 seusai pulang menghadiri hajatan yang diselenggarakan oleh salah satu warga setempat. Warga yang sakit tersebut berinisiatif untuk melakukan mikro lockdown secara mandiri.

Tim gugus desa bersama TNI dan polri memberikan bantuan sembako bagi warga yang melakukan isolasi mandiri. Selain itu, gugus desa juga telah melakukan tracing dan melakukan swab test antigen. Kegiatan ini langsung mendapat dukungan petugas puskesmas kecamatan dan memberikan motivasi untuk warga. Hal ini dapat menumbuhkan kekuatan mental dan percaya diri sembuh dari Covid-19. Dari 48 warga, hasil swab test anti gen didapati 13 hasilnya positif terkonfirmasi positif.

Sementara itu pihak kepolisian melakukan pengetatan di lingkungan untuk membatasi mobilisasi warga maupun masyarakat lain yang masuk ke dalam lingkungan. Saat ini, Kabupaten Kediri secara berturut turut menduduki peringkat pertama atas jumlah angka kematian tertinggi di Jawa Timur dengan jumlah kematian mencapai 6 orang setiap harinya akibat virus ini. (me)