Kediri – Kejaksaan Kota Kediri Melakukan Penyidikan tentang Dugaan Mark Up Harga Sembako Bansos

102

Kediri – Perkumpulan Saroja (Sahabat Boro Jarakan) Kota Kediri mendatangi Kejaksaan Negeri Kota Kediri untuk melaporkan dugaan adanya mark up dana bansos BPNT. Tidak tanggung-tanggung ada selisih harga sekitar 4000 untuk harga telor. Pihak kejaksaan akan menindaklanjuti dengan pengumpulan bahan keterangan.

Sekitar delapan orang yang tergabung dalam perkumpulan Saroja (Sahabat Boro-Jarakan) Kota Kediri, Senin siang mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Kota Kediri guna melaporkan dugaan adanya mark up dana bansos dari pemerintah.

Perkumpulan Saroja ini juga membawa bukti dugaan mark up dana bansos. Mark up tersebut meliputi harga telor yang selisihnya mencapai empat ribu.

Ketua perkumpulan Saroja, Priyo, mengatakan, dugaan mark up dana sembako bansos BPNT yang tersampaikan kepada KPM (Keluarga Penerima Manfaat). Kami menemukan di salah satu lokasi yang menjual harga telor, harga tinggi. Harga tersebut di atas harga normal atau selisih sekitar 4 ribu.

Sementara, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Zalmianto, membenarkan jika ia menerima laporan dari perkumpulan Saroja, terkait adanya dugaan mark up dana bansos. Pihaknya akan melakukan pengumpulan bahan keterangan di lapangan, guna penyelidikan lebih lanjut.

Di Kota Kediri ada 21.000 penerima manfaat BPNT, yang tersebar di tiga kecamatan. Yakni, Kecamatan Pesantren, Kota dan Mojoroto. (me)