Connect with us

Jawa Timur

Kediri – Dugaan Kasus Selingkuh Modin KH Berakhir Damai

Diterbitkan

pada

Kediri – Kasus dugaan oknum P3KM (modin) KH, Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, berakhir damai. Setelah kedua belah pihak antara modin KH dan warga kembali melakukan mediasi yang ketiga kalinya. Pertemuan yang ketiga kali, pihak Kelurahan Bujel Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Dalam pertemuan yang terlaksana di balai Kelurahan Bujel, kedua belah pihak bertemu. Antara pihak modin KH bersama kuasa hukumnya dengan perwakilan warga setempat.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak menyepakati untuk saling memaafkan dan tuduhan dugaan perselingkuhan oknum modin KH dicabut oleh warga.

Hal tersebut sesuai dengan keinginan dari modin KH, melalui kuasa hukumnya akson nul huda. Bahwa pihaknya tidak akan melanjutkan somasi secara tertulis yang dilanjutkan keranah hukum, setelah dari pihak warga melakukan permintaan maaf dan mencabut tuduhan kepada modin KH.

Sementara perwakilan warga ketua RW, mengatakan bahwa permasalahan yang selama ini terjadi sudah selesai. Dengan adanya kejadian ini, bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

Mediasi yang ketiga kalinya, ada kehadiran pihak Kelurahan Bujel. Dari pihak modin KH melalui kuasa hukumnya, akan melakukan somasi secara tertulis. Yaitu dengan menempuh jalur hukum, kepada 12 warga yang ia anggap telah membuat kegaduhan, sehingga menyebabkan pembunuhan karakter modin Kelurahan Bujel KH.

Dalam mediasi yang ketiga kalinya, hadir tiga pilar Kecamatan Mojoroto, perwakilan warga setempat (RT RW), dan juga modin KH beserta kuasa hukumnya.

Dengan telah kesepakatan kedua belah pihak yang saling memaafkan dan mencabut tuduhannya, maka kasus tersebut selesai. (me)

Continue Reading
Advertisement

Jawa Timur

Terjun di Zona Merah, Tim Gabungan BPBD Kediri Berhasil Evakuasi Korban

Diterbitkan

pada

Sumber : Hasil tangkap layar Youtube Redaksi Madu TV

Lumajang – Tim Gabungan Relawan BPBD Kota Kediri diterjunkan di zona merah pasca erupsi Gunung Semeru di Lumajang. Sebelum keberangkatan, tim menggelar apel pemberangkatan tim SAR penyisiran dan evakuasi korban erupsi Gunung Semeru Senin (6/12) di lapangan Desa Sumberwuluh. Tim SAR gabungan terdiri dari TNI, POLRI dan Relawan.

Pencarian korban difokuskan di zona merah Gladak Perak yang mengalami kerusakan paling parah. Di mana jembatan putus dan jalan tertutup material longsoran letusan.

Basarnas memberikan tugas kepada Tim Gabungan Relawan BPBD Kota untuk melakukan proses evakuasi di ring zona merah Gladak Perak karena daerah tersebut rawan luncuran lahar dingin awan panas dan longsoran material letusan.

Ketua DPD PEKAT IB, Roy Kurnia Irawan mengatakan, mereka melakukan proses evakuasi di zona merah. Setelah sampai di lokasi, tim langsung melakukan proses penyisiran dari rumah ke rumah mencari korban yang mungkin belum sempat mengungsi.

Namun, tiba-tiba terjadi luncuran lahar dingin dan awan panas disertai bau belerang. Usai tim melakukan koordinasi dengan Ketua FPRB, Joko/Aji, tim memutuskan membawa sekitar 20 warga (lansia, wanita dan balita) untuk kembali ke posko pengungsi.

Selama dua hari di zona merah tim berhasil mengevakuasi sekitar 30 warga dengan menggunakan ambulance dan mobil evakuasi milik BPBD. (red)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: