fbpx
Connect with us

Berita

KEDIRI – Botol Bekas, Jadi Kerajinan Tangan Bernilai Ekonomi Tinggi

Diterbitkan

pada

KEDIRI – Botol Bekas, Jadi Kerajinan Tangan Bernilai Ekonomi Tinggi

Sebagian besar masyarakat, botol minuman dibuang karena tak lagi digunakan. Namun, tidak bagi warga Desa Turus Kecamatan Gampengrejo Kab Kediri ini, botol bekas disulap menjadi ketrampilan tangan bernilai jual cukup tinggi.

Botol bekas ditangan warga Desa Turus Kecamatan Gampengrejo yang terampil disulap menjadi kerajinan tangan yang bernilai ekonomis. Botol-botol plastik bekas minuman yang tidak berarti bagi sebagian orang diolah menjadi ketrampilan tangan boneka.

Endang supriyani (50), menceritakan ide membuat kerajinan tangan dari botol bekas berawal dari banyaknya botol-botol minum yang sudah tidak digunakan dan dibuang begitu saja.

Selain itu, dirinya yang berprofesi sebagai tata rias rambut di kondisi pandemi covid- 19 mengalami dampak dengan sepinya pengunjung yang datang ke salon tempatnya bekerja. Dari situlah kemudian muncul membuat ide boneka dari botol botol bekas untuk menambah ekonomi keluarga.

Sementara bentuk dari boneka yang diberi nama sukaku, berawal dirinya pernah ke Jakarta dan melihat ondel ondel. Dirinya berfikir bagaimana bentuk serupa bisa masuk ke semua daerah dan kalangan diwilayah Indonesia.

Kemudian diwujudkannya dengan membuat boneka yang terbuat dari botol bekas minum, menariknya lagi tidak hanya sebagai pajangan saja, boneka dari botol bekas karyanya juga berfungsi sebagai celengan. Sehingga boneka sukaku bisa mengajarkan dan mendidik anak anak untuk membiasakan menabung. Untuk badan botol dibuat menjadi boneka , sedangkan tutup botol dimanfaatkan sebagai hiasan gantungan seperti kunci bros atau jepit rambut.

Dirinya mengaku dalam setiap minggunya bisa membuat boneka sukaku sekitar 100 sampai 200 buah, tergantung dari kondisi cuacanya untuk proses pengeringan catnya.

Kreasi boneka susaku ini sudah dipasarkan di berbagai tempat di wilayah kabupaten kediri. Baik di pusat oleh-oleh maupun di obyek-obyek wisata dengan bentuk dan ciri khas sesuai dengan tempat wisata.

Di setiap obyek wisata, boneka sukaku disesuaikan dengan ciri khas tempat wisata tersebut. Seperti simpang lima gumul dengan hiasan monumen simpang lima gumul. Dirinya juga menambahkan, menekuni kerajinan boneka sukaku sejak adanya wabah pandemi covid- 19 yang berdampak sepinya pengunjung ke salon tempatnya bekerja.

download madu tv di playstore

Radio MDSFM

Madu TV Channel

Linked Media

%d blogger menyukai ini: