Aksi Ricuh Puluhan Pedagang PKL Tuntut Diperbolehkan Berjualan

Kediri- Aksi demo puluhan pedagang kaki lima di depan pendopo Kabupaten Kediri, berjalan ricuh. Menuntut pedagang agar mendapat izin berjualan. Kericuhan terjadi saat petugas satpol PP, hendak mematikan gerobak yang dibakar di depan pendopo. Massa menghalangi petugas, sehingga terjadi aksi saling dorong. Aksi massa mereda setelah petugas satpol PP disuruh mundur oleh pihak polisi.

Kericuhan tak terelekan saat anggota satpol PP berusaha memadamkan api, gerobak yang dibakar pendemo, di depan Pendopo Panjalu Jayati Kabupaten Kediri.

Massa menghalang-halangi petugas yang akan memadamkan api, sehingga memicu kericuhan. Aksi saling dorong pun tak terhindarkan.

Petugas dan massa pendemo saling dorong, kericuhan mereda setelah petugas kepolisian menyuruh satpol PP masuk kedalam pintu gerbang. Gerobak yang terbakar kemudian dipadamkan oleh petugas kepolisian polres kediri kota.

Sebelumnya puluhan pedagang kaki lima melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRd Kabupaten Kediri, menuntut agar mereka diperbolehkan berjualan di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG).

Sejumlah perwakilan pendemo akhirnya ditemui dan melakukan audensi, di dalam gedung DPRd. Karena kecewa belum adanya kepastian para pedagang bisa berjualan lagi di kawasan SLG, massa kembali melakukan aksinya.

Sementara koordinator aksi Tomy Ariwibowo mengatakan, para pedagang hari ini harus ada keputusan, jika para pedagang diperbolehkan berjualan. Karena sudah dua tahun pedagang sejak pandemi covid- 19, tidak bisa berjualan akibat kawasan SLG ditutup.

Puluhan pedagang kaki lima juga membakar gerobaknya di depan kantor pemkab Kediri bentuk kecewaannya, karena tidak adanya jawaban pasti saat audensi di gedung DPR. (me)