Kecewa Voltase Naik-Turun Bikin Alat Elektronik Mati, Masyarakat Desa Larangan Badung Demo Kantor ULP PLN Pamekasan

33

PAMEKASAN, MADUTV – Puluhan warga Desa Badung melakukan aksi unjuk rasa ke kantor unit layanan pelanggan (UPL) PLN Pamekasan, Kamis (18/04/2023) lantaran kecewa listrik sering padam serta voltase naik-turun hingga sampai 200 volt.

Kedatangan masyarakat ini meminta pihak PLN untuk memperbaiki travo nomor 111, karena selama kurun waktu 3 bulan terakhir wilayah tersebut sering gangguan aliran listrik dan berdampak kepada rusaknya sejumlah peralatan elektronik milik warga setempat seperti Laptop, AC, Smart TV, Kulkas dan lainnya.

Korlap Aksi, Abd Rahem mengatakan kecewa dengan pelayanan buruk, karena sebelumnya sejumlah warga sudah melaporkan gangguan listrik tersebut melalui online hingga datang langsung ke kantornya, namun tidak ada tanggapan serius dari pihan PLN Pamekasan.

“Kami bersama warga Desa Larangan Bandung benar-benar marah, kejadian seperti ini sering terulang dan kami anggap pihak PLN lemot menangani keluhan masyarakat,” ungkap Abd Rahem.

Pihaknya berharap dengan aksi ini pihak PLN bisa memprioritas keluhan itu untuk secepatnya di perbaiki.

Menanggapi hal itu, Manajer ULP PLN Pamekasan, Agung Setiobudi mengklaim sudah menerima dan menampung keluhan masyarakat yang demo ke kantornya.

“Kami sudah berupaya untuk memperbaiki drop tegangan listrik di Desa Larangan Badung dengan mengelolaan beban. Kita tidak bisa instan tetapi harus ada langkah berjenjang sesuai perencanaan dan drop tegangan,” ucap Agung.

Di Desa Larangan Badung mengacu dari luas wilayahnya memang dibutuhkan investasi untuk penambahan travo.

“Kalau sifatnya pembangunan kita masih butuh perencanaan, perencanaan ini secara prosedur kita lakukan skala prioritas dan percepatan. jadi tidak bisa instan, kalau padam atau kabel putus langsung kita sambung,” pungkasnya.(riz)