Kasus LSD Terdeteksi di Blitar, Serang Sejumlah Hewan Ternak Jenis Sapi dan Kerbau

BLITAR – Kasus Lumpy Skin Disease (LSD) terdeteksi di Blitar. Saat ini sudah sudah ada beberapa sapi yang terserang LSD.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Blitar Toha Mashuri saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus LSD yang menyerang hewan ternak di Blitar.

“Iya benar, kami sudah menemukan kasus penyakit LSD,” kata Toha Mashuri, Kamis (26/1/2023).

Toha menjelaskan jumlah kasus LSD di Kabupaten Blitar saat ini sudah ada 5 kasus.

Tak hanya sapi, namun kasus LSD juga menyerang kerbau. Kelima kasus ini tersebar di dua Kecamatan, yaitu Talun dan Gandusari.

“Kami memastikan 5 hewan yang terpapar LSD ini sudah sembuh. Karena sudah melebihi 28 hari dan kondisi yang terus membaik,” katanya.

Dalam menangani kasus LSD ini, lanjut Toha, pihaknya langsung memberikan pengobatan serta vaksinasi LSD untuk daerah ring 1, atau lokasi terdekat dari temuan kasus.

Para peternak diminta waspada, namun tidak panik karena penyakit ini bisa diobati dan sudah ada vaksinnya.

“Melalui petugas di lapangan dan para medis, kita juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang ciri-ciri hewan ternak yang terjangkit penyakit LSD dan gejalanya. Makanya peternak kita himbau waspada,” jelasnya.

Toha menambahkan pihaknya juga mengawasi lalu lintas hewan ternak secara ketat. Beberapa tanda hewan terpapar LSD, diantaranya terdapat bentol-bentol pada kulit sapi berukuran 1-7 centi meter yang biasanya ditemukan pada daerah leher, kepala, kaki, dan ekor.

Bahkan kasus berat bentolan tersebut dapat ditemukan di hampir seluruh bagian tubuh.(sk)