Trenggalek – Beberapa pasien IGD di RSUD dr Soedomo Trenggalek terpaksa menjalani perawatan di ruang tunggu. Hal tersebut karena kapasitas ruang IGD di RS tersebut telah penuh. Para pasien mendapat perawatan dengan tempat tidur yang tertata di ruang tunggu IGD. Tentunya lengkap dengan menggunakan infus. Tampak beberapa tabung oksigen di sampingnya.
Direktur RSUD dr Soedomo Kabupaten Trenggalek, Sunarto, menjelaskan, belasan pasien yang terpaksa mendapat perawatan di ruang tunggu karena kapasitas IGD di rumah sakit telah penuh. Dari data rumah sakit, jumlah pasien yang datang dalam dua hari terakhir di Trenggalek meningkat.Sunarto mengatakan, sebagai rumah sakit pemerintah, dengan kondisi apapun, mau tidak mau harus berempati dan bersimpati kepada pasien. Dalam kondisi keterbatasan oksigen dan tenaga, pasien akan mendapat penegasan terkait keberterimaannya terhadap fasilitas yang apa adanya.
Kapasitas IGD di RSUD dr Soedomo berjumlah 18. Sementara pada hari itu, jumlah pasien di IGD sekitar 40 orang.
Sunarto tak menyebut bahwa pasien yang ada di ruang tunggu itu adalah pasien Covid-19. Sebab hasil pemeriksaan tes swab kepada mereka belum keluar. Namun, sebagian pasien datang dalam kondisi kurang baik. Misalnya, saturasi oksigen mereka berada di angka sekitar 50-40 persen. Dengan kondisi demikian, Sunarto tak menampik bahwa kondisi RSUD dr Soedomo sedang tidak baik-baik saja.
Selain masalah oksigen yang pasokannya terbatas, rumah sakit itu juga mulai kekurangan tenaga. Jumlah pasien yang masuk ke RS rata-rata dalam sehari ada 30 orang. Sebagian pasien datang dengan terpapar Covid-19. Sementara jumlah pasien yang keluar dari rumah sakit tergolong kecil. Rata-rata pasien yang pulang karena kondisi kesehatannya membaik tak sampai sepuluh orang dalam sehari. (wn)







