Jenang Pak Lasimun, Kini Telah Berkembang dengan Hadirkan Tegal Pulo

436

Tulungagung – Jenang, makanan tradisional khas Jawa Timur ini, memang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari berbagai acara adat, seperti hajatan, pernikahan, hantaran, dan banyak lagi. Citra rasa yang khas dan proses produksi yang menggunakan teknik tradisional membuatnya senantiasa hadir dalam momen-momen istimewa. Salah satu penggagas dan pelanjut warisan lezat ini adalah Jenang Pak Lasimun, yang kini sudah mencapai generasi ke-3 dan dikelola dengan penuh dedikasi oleh Hana, putri dari Pak Lasimun.

Dalam seminggu, Jenang Pak Lasimun mampu memproduksi sekitar 10 ton bahan baku jenang. Proses pengolahan jenang yang tetap mempertahankan teknik tradisional ini dimulai dengan parutan kelapa yang kemudian dijadikan santan. Santan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam tungku besar, lalu ditambahkan tepung beras, tepung ketan, air, dan gula merah. Semua bahan ini diaduk dengan penuh kesabaran hingga kadar airnya berkurang dan semua bahan tercampur dengan sempurna, menghasilkan jenang yang lezat dan kental.

Eko, salah satu karyawan di Jenang Pak Lasimun, turut berkontribusi dalam menjaga kualitas jenang tersebut. Menurutnya, proses tradisional ini merupakan salah satu kunci keberhasilan rasa yang autentik.

Namun, tak hanya menjaga tradisi kuliner, Hana juga berkembang bersama zaman. Saat pandemi COVID-19 melanda, dia memutuskan untuk mengembangkan usahanya lebih jauh agar dapat terus memberikan pekerjaan kepada karyawan setianya. Hasilnya, Hana dan suaminya memutuskan untuk mendirikan Tegal Pule, sebuah tempat wisata kuliner dan edukasi yang terletak di belakang rumah produksi jenang.

Tegal Pule bukan hanya tempat untuk menikmati jenang, tetapi juga menjadi destinasi wisata edukasi bagi pelajar sekolah dasar dan taman kanak-kanak. Di sini, mereka dapat melihat secara langsung proses pembuatan jenang yang menggunakan tungku dan kayu bakar. Sebuah pengalaman yang mendidik dan menarik bagi generasi muda.

Tak hanya itu, Tegal Pule juga menghadirkan hidangan tradisional lainnya yang dimasak dengan menggunakan tungku dan kayu bakar. Menurut Hana, cita rasa makanan yang dihasilkan dengan cara ini memiliki keunikan tersendiri. Menu-menu seperti botok, pecel lontong, dan kotak Semar menjadi favorit pelanggan yang datang berkunjung.

Ika, salah satu pelanggan setia Tegal Pule, berbagi kesannya, “Saya sangat menyukai makanan di sini, terutama botoknya. Rasanya benar-benar autentik dan spesial.”

Yang lebih menarik adalah harganya yang terjangkau, hanya Rp. 34.000,- per kilogramnya. Anda bisa membawa pulang satu besek jenang Pak Lasimun yang lezat ini untuk dinikmati bersama keluarga dan teman-teman.

Jenang Pak Lasimun & Tegal Pule bukan hanya menjaga tradisi kuliner Jawa Timur tetapi juga membuka pintu bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai warisan budaya yang berharga ini. Semoga usaha ini terus berkembang dan tetap menjadi bagian penting dari kekayaan kuliner Indonesia.