fbpx
Connect with us

Regional

Jember Siaga Longsor Dan Banjir Bandang

Diterbitkan

pada

Setelah mengungsi semalam karena mengkhawatirkan banjir bandang dari sungai manggisan yang disertai material batu dan lumpur, warga Desa Kemiri, Kecamatan Panti, Jember, Jawa Timur, Jumat pagi kembali ke rumah mereka. Namun badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat terus mewaspadai ancaman tanah longsor di lereng selatan Gunung Hiyang Argopuro yang bisa memicu banjir bandang. Warga Desa Kemiri, Kecamatan Panti, Jember, yang sejak kamis malam mengungsi di sejumlah tempat, karena mengkhawatirkan banjir bandang akibat tingginya debit air sungai manggisan, Jumat pagi kembali ke rumahnya. Debit air di sungai manggisan naik hingga 3 meter dengan membawa bebatuan besar dan lumpur, sehingga memicu membangkitkan memori banjir bandang awal 2007. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, terus memantau lereng selatan gunung hiyang argopuro, karena longsoran yang membendung aliran sungai yang bisa memicu banjir bandang di kecamatan panti. Kabupaten jember adalah daerah yang dikelilingi Gunung Hiyang Argopuro, Raung, dan Taman Nasional Meru Betiri sehingga warga di lereng gunung harus lebih waspada, terutama saat intensitas hujan sangat tinggi seperti terjadi seminggu terakhir ini. Heru Widagdo – Kabid Kedaruratan Dan Logistik BPBD Jember, “Kalau melihat secara kesluruhan dikabupaten Jember itu memang banyak karena memang jember dibangun diatas pegunungan, baik gunung raung maupun gunung lamongan serta Gunung Argopuro tentunya konturnya berbeda, kontur itulah yang akan menjadikan itu harusnya lebih bijak daalam mengenali apa potensi-potensi diwilayah kita.” Jember juga rawan angin kencang sesuai perkiraan cuaca dari BMKG Jawa Timur, sehingga warga kabupatenini harus terus waspada dan lebih mengenali tanda-tanda alam agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

download madu tv di playstore

Continue Reading
Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Radio MDSFM

Madu TV Channel

Linked Media

%d blogger menyukai ini: