Beranda Berita Jelang Lebaran Idul Fitri Pesanan Rambak Atau Krupuk Kulit Ikan Patin Meningkat...

Jelang Lebaran Idul Fitri Pesanan Rambak Atau Krupuk Kulit Ikan Patin Meningkat 3 Kali Lipat

74
0

Berawal dari keprihatinan harga ikan patin yang merosot, membuat seorang warga di Tulungagung, Jawa Timur, berkreasi membuat produk olahan baru ikan patin, yakni rambak atau krupuk kulit ikan patin, yang dapat memberikan nilai keuntungan lebih. Jelang lebaran idul fitri kali ini, pesanan krupuk kulit ikan patin meningkat hingga 3 kali lipat bahkan tak jarang menolak pesanan dalam jumlah besar. Desa bulusari, kecamatan kedungwaru, tulungagung, jawa timur. Merupakan salah sentra penghasil ikan tawar , dan tak terkecuali ikan patin. Sayangnya, akhir-akhir ini harga ikan patin dipasaran tidak stabil, bahkan cenderung terus merosot, dan saat ini, dikisaran harga 13 ribu rupiah per kilogram, seharusnya harga normal, 17 ribu rupiah per kilogram. Dihadapkan dengan permasalahan tersebut, Narni Tri Utami, yang memiliki industri rumahan aneka olah ikan patin, dan juga seorang pembudidaya ikan patin, memeras otak, untuk membuat produk olahan baru ikan patin, sehingga dapat menutupi kerugian, anjloknya harga ikan patin, akhirnya, Narni Tri Utami, membuat kreasi krupuk kulit ikan patin, yang bahan bakunya mudah di dapat disekitar desanya. Karena pesanan krupuk kulit ikan patin, terus meningkat, terpaksa membeli kulit ikan patin dari sebuah pabrik pengolahan ikan di daerah prigi, trenggalek, setelah di ambil dagingnya. Dari pabrik pengolahan ikan tersebut, kulit ikan patin di beli narni, seharga 10 ribu rupiah per kilogram. Untuk mendapat rasa krupuk kulit ikan patin yang gurih, renyah, dan kaya kandungan gizi kulit ikan patin tersebut, harus dilakukan beberapa tahapan pengolahan mulai dari membersihkan lemak serta sisa daging yang masih menempel di kulit, hingga pengemasan yang tepat. Karena dengan pengemasan yang tepat dan baik krupuk kulit ikan patin mampu bertahan hingga 4 bulan.Momen jelang lebaran ini, pesanan krupuk kulit ikan patin dari berbagai daerah, mengalami peningkatan tajam, dan kenaikan hingga 3 kali lipat di banding hari biasanya. Jika hari biasa, dalam satu minggu hanya mengolah 60 kilogram kulit patin basah , kini dapat mengolah kulit patin basah hingga 20 kilogram per hari. Bahkan saking ramainya pesanan, membuat pesanan dalam jumlah besar, tak jarang ditolaknya, karena terkendala terbatasnya tenaga kerja, yang membantu untuk menyelesaikan pesanan krupuk kulit ikan patin. Krupuk kulit ikan patin, produksi narni tri utami ini, di kemas dalam tiga kemasan yakni kemasan 1 kilogram seharga 130 ribu rupiah kemasan 100 gram seharga 20 ribu dan kemasan 50 gram seharga 10 ribu rupiah. Tidak hanya krupuk saja namun terdapat varian lain yakni kulit ikan patin krispi dengan kemasan 1 kilogram seharga 85 ribu kemasan 230 gram seharga 20 ribu dan 115 gram seharga 10 ribu rupiah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 4 = 4