Beranda Berita Inovasi Mahasiswa Kediri Untuk Tingkatkan Nilai Ekonomis Daun Beluntas

Inovasi Mahasiswa Kediri Untuk Tingkatkan Nilai Ekonomis Daun Beluntas

69
0

Jika mendengar nama daun beluntas, mungkin yang terlintas dibenak kita adalah soal pemanfaatannya sebagai tanaman obat tradisional. Atau bahkan sekedar tanaman semak liar, penghias pagar halaman. Namun, dari tiga mahasiswa di kediri ini beluntas memiliki nilai ekonomis lebih, dengan diolahnya menjadi kukis. Berawal dari tugas kuliah, cemila yang memang cukup digemari masyarkat ini, mulai dipasarkan ke lingkungan kampus hingga ke lokasi lokasi wisata.

Di tangan Lailatul Indra, Luluk Ibbroziah Dan Dandy, daun beluntas mampu diolah menjadi kukis dengan nilai ekonomi lebih. Sebab selama ini, daun beluntas umumnya hanya dimanfaatkan sebagai tanaman obat tradisional, atau bahkan sekedar tanaman semak liar, penghias pagar halaman.

Berawal dari kegiatan pkmk yang diselenggarakan oleh ristekdikti, mahasiswa semester dua fakultas ekonomi universitas kadiri ini, mampu mengolah daun beluntas yang memiliki rasa khas pahit tersebut, menjadi kukis renyah atau yang kemudian mereka namai kubekam, kukis beluntas kaya akan manfaat.

Kukis berbahan baku daun beluntas itu dapat di olah dengan beragam varian rasa, seperti coklat, vanila, strawberry dan original. Juga dengan beragam bentuk dan karakter yang unik untuk memikat masyarakat.

Cara membuatnya pun cukup mudah, yakni dengan membuat adonan kue seperti pada umumnya, kemudian bahan dicampur dengan daun beluntas kering yang telah dilembutkan. Kemudian adonan dicetak dan diberi topping rasa sesuai selera.

Inovasi baru dibidang olahan ini pun kini mulai diminati masyarakat, terutama para mahasiswa yang mengaku menemukan kukis dengan sensasi lain.

Sementara itu, selain di area kampus, olahan kukis beluntas ini mulai dipasarkan secara luas. Jika progresnya dinilai baik, nantinya produk tersebut akan dijadikan sebagai produk unggulan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 4 = 3