Beranda Berita Hindari Perniagaan Agama Dalam Persaingan Politik

Hindari Perniagaan Agama Dalam Persaingan Politik

93
0

Perhelatan pesta demokrasi Pemilu 2019 tinggal menghitung hari. Sengitnya persaingan antar kontestan pemilu membuat mereka cenderung menghalalkan segala cara, termasuk memperdagangkan agama demi menggaet pemilih fanatik. Pimpinan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf (MPTT) Asia Tenggara, Abuya Syekh Amran Waly Al-Khalidi akhirnya angkat bicara mengenai hal ini. Pimpinan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf (MPTT) Asia Tenggara, Abuya Syekh Amran Waly Al Khalidi mengajak seluruh masyarakat indonesia untuk menjadikan Pemilu 2019 sebagai pesta demokrasi ketakwaan tanpa adanya permusuhan. Kemauan nafsu yang memaksakan kehendak, kata dia, sering kali menjadikan agama sebagai perniagaan dalam dunia politik. Perniagaan agama dalam pesta demokrasi tidak semestinya dilakukan, karena tidak berdasarkan keimanan, akhlak serta hukum yang baik. Agama merupakan pondasi utama untuk memperbaiki tatanan bernegara. Perbedaan bukanlah hal yang patut untuk dijadikan perpecahan, sebagaimana hal tersebut bertentangan dengan dasar negara ketuhanan yang maha esa. Abuya pun mengajak masyarakat indonesia untuk menjadi warga yang baik, yang dapat menyatukan keberagaman dalam satu bingkai bhineka tunggal ika. Serta menyongsong pesta demokrasi serentak ini sebagai awal baru indonesia yang lebih ma’rifat tanpa adanya perpecahan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 1 = 3